Minggu, 23 Jul 2017
Pendidikan

Investor AS dan Taiwan Tertarik Kapsul Kontrasepsi Pria dari Gandarusa

Kamis, 12 Jan 2017 16:34 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Penemuan Gandarusa Jadi Kontrasepsi Pria ala Prof Bambang

Penemuan Gandarusa Jadi Kontrasepsi Pria ala Prof Bambang (Grafis: Erie Dini/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Mampu mengolah gandarusa menjadi obat mujarab tidak membuat Bambang puas. Apalagi ketika melihat kapsul kontrasepsi buatannya itu belum bisa diproduksi secara masal.

”Ini yang membuat peneliti di Indonesia sering bimbang. Penelitiannya selama puluhan tahun belum bisa dirasakan masyarakat banyak,” jelas suami Dra Trie Widayati Apt tersebut.

Untuk membuat suatu produk bisa dipasarkan, menurut dia, biayanya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, dia tetap optimistis suatu saat karyanya bisa didanai investor dalam negeri untuk dikembangkan menjadi produk masal.

BELUM MASSAL: Pil kontrasepsi pria dari daun gandarusa produk Fakultas Farmasi Unair.

BELUM MASSAL: Pil kontrasepsi pria dari daun gandarusa produk Fakultas Farmasi Unair. (Arya Dhitya/Jawa Pos/JawaPos.com)

Pria yang dikukuhkan sebagai guru besar Unair pada 2011 itu memegang teguh prinsip tersebut. Tak disangkal, produk kontrasepsi pria yang ditelitinya selama puluhan tahun itu dilirik banyak investor asing.

Amerika Serikat dan Taiwan bahkan menawar dengan harga tinggi. Penolakan Bambang bukan tanpa alasan.

Dia khawatir investor asing berhasil mengembangkannya. Lantas, beberapa tahun ke depan justru Indonesia yang bergantung pada negara lain. ”Lebih baik saya menunggu agar niat saya mengembangkan produk herbal dalam negeri bisa terwujud,” tegasnya. (elo/c7/nda/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia