Minggu, 23 Jul 2017
Lifestyle

Batik Tak Harus Mahal, Dapat Dibeli di Pasar Tradisional Dalam Mal

Tampilkan 61 Model Busana

Kamis, 12 Jan 2017 16:27 | editor : Suryo Eko Prasetyo

TRADISIONAL DI MAL: Suasana pengunjung saat memilih baju karya Mimi Intan Avantie di Ciputra World.

TRADISIONAL DI MAL: Suasana pengunjung saat memilih baju karya Mimi Intan Avantie di Ciputra World. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Hiruk pikuk suasana Pasar Tiban di dalam mal Ciputra World mengembuskan atmosfer berbeda bagi para pengunjung. Linear atrium disulap bak pasar tradisional lengkap dengan para penjual yang menggelar barang dagangannya.

Pendapa joglo dengan kursi dan meja kuno di depan pintu masuk menjadi pemandangan klasik untuk menyambut para pengunjung. Pasar Tiban menyajikan puluhan ribu batik Anne Avantie dalam berbagai model.

Selendang, kain, dan celana pendek menjadi item rebutan para pengunjung. Harganya pun bervariasi, yakni mulai Rp 70 ribu. Busana batik eksklusif dijual Rp 1 juta–Rp 3juta.

BERKELAS: Anne Avantie memakaikan batik kepada Ingelina Aprilliawati, salah seorang pengunjung.

BERKELAS: Anne Avantie memakaikan batik kepada Ingelina Aprilliawati, salah seorang pengunjung. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

Di beberapa sudut pasar, terdapat gazebo berkonsep wedangan. Pengunjung dapat menikmati bandrek yang dituang dari termos ke cangkir stainless kuno.

’’Mari, Mas diminum,’’ tutur lembut Anne Avantie, perancang batik kenamaan. Dia menuangkan bandrek kepada para pengunjung dari termos kuno bermotif kembang sepatu.

Dengan dibantu seorang asisten, dia menghampiri satu per satu pengunjung sambil memberikan secangkir bandrek hangat. Lebih dari dua dasawarsa berkarya, ada kerinduan yang begitu mendalam untuk membaktikan diri kepada negeri dalam diri Anne Avantie.

Salah satu cara mewujudkannya adalah mengadakan Pasar Tiban 3-Karya Anak Negeri-Anne Avantie yang berlangsung pada 11–15 Januari.

’’Saya memilih Surabaya karena kota ini adalah kota terbesar setelah Jakarta bagi para fans Anne Avantie,’’ ujarnya. Selanjutnya, Pasar Tiban juga diselenggarakan di Bandung dan Jakarta.

Pasar Tiban menghadirkan perwujudan pasar tradisional yang menjual karya-karya perajin batik dengan teknik tulis, cap, dan printing.

Di bawah bendera AnneAvantieMall.com yang merupakan payung dengan brand Anne Avantie, puluhan UKM di Jawa Tengah dibina agar bisa memasarkan produk.

’’Selama ini para UKM mengalami banyak kesulitan dalam memasarkan produk. Di sini saya bina dan bantu mereka. Tentu tetap dengan standar mutu yang terbaik dari saya,’’ papar perempuan yang akrab disapa Bunda tersebut.

Kini, menurut perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1954, itu, yang sedang banyak digandrungi adalah Mix. Yakni, satu baju dengan tiga sampai empat bahan, motif, dan elemen beragam di dalamnya.

’’Aneka warna dan bahan yang ditampilkan dengan penuh harmoni akan menghasilkan wajah yang baru,’’ jelasnya.

Anne Avantie adalah perancang busana yang terkenal melalui koleksi kebayanya. Karya perempuan 62 tahun tersebut telah dikenal di skala internasional dan kerap dikenakan para selebriti.

Sebut saja Miss Universe 2012 Olivia Culpo, Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw, Jennifer Hawkins (Miss Universe 2004 asal Australia), Cynthia Ollavaria (runner-up 1 Miss Universe 2005 asal Puerto Riko), Zuleyka Rivera Mendoza (Miss Universe 2006 asal Puerto Riko), Riyo Mori (Miss Universe 2007 asal Jepang), serta Dayana Mendoza (Miss Universe 2008 asal Venezuela).

Menurut Anne Avantie, makin banyak orang yang punya kemerdekaan untuk berekspresi dalam berbusana. Dengan begitu, makin banyak orang yang berpikir untuk membuat karya batik yang tidak selalu eksklusif.

Di Pasar Tiban, batik tidak harus dijual dengan eksklusif. ’’Setiap sumber daya manusia membutuhkan makan. Intinya itu. Baik yang tulis, cap, printing, semua mendapatkan kesempatan yang sama. Ini masalah hajat hidup banyak orang,’’ kata ibu tiga anak tersebut.

Pada 13 Januari besok, Anne Avantie mempresentasikan karyanya dalam sebuah parade show Kembang Setaman. Sebanyak 61 model busana bakal ditampilkan.

Akan hadir pula Indra Bekti sebagai MC parade show. Anne Avantie bakal menampilkan karya dengan desain modern dan berwarna-warni bak kembang setaman.

’’Batik tak lepas dari motif bunga. Kalau dulu orang menganggap seperti kampungan, sekarang muncul sebagai energi baru,’’ ucapnya.

Parade show akan ditampilkan di atas panggung berbentuk seperti tapal kuda. ’’Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Belajar dari Pasar Tiban yang sebelumnya digelar di Jakarta, saya ingin memecah pandangan orang yang ingin melihat dari dekat karya saya,’’ ungkapnya.

Desain panggung tersebut diharapkan memudahkan para penonton yang bakal melihat karena akses berjalannya model lebih luas. Membawa misi edukasi, Anne Avantie juga mengadakan satu sesi pada Minggu (15/1) yang bertajuk Kreativitas 3 Generasi Bersama Oma Amie, Anne Avantie, dan Mimi Intan.

Bersama ibu dan putrinya, Anne akan membimbing pengunjung yang ingin belajar melukis di atas caping dan mendesain baju untuk boneka Barbie Jawa. (esa/c14/dos/sep/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia