Minggu, 23 Jul 2017
Hankam

Mendagri Sebut Wajib Militer Diadopsi dari Korea Utara

Masyarakat Harus Mencintai Negara

Kamis, 12 Jan 2017 15:57 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi (Gusti Ambri/Kaltim Post/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap, mayarakat bisa ikut dalam pelatihan bela negara dan wajib militer.

Menurut Tjahjo, masyarakat agar lebih mencintai Indonesia. Bela negara dan wajib militer tersebut ini diadopsi dari Korea Utara, di mana masyarakatnya begitu hormat dan mencintai negaranya.

"Seperti Korea Utara dari kecil sampai orang tua begitu hormat pada bendera dan ideologi negara," ujar Tjahjo di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (12/1).

Kendati demikian, pelatihan bela negara dan wajib militer ini, tidak diharuskan kepada masyarakat. Hanya masyarakat yang memiliki minat bisa ikut pelatihan tersebut.

Namun kendati demikian, masyarakat tetap diharapkan mantan anggota Komisi I DPR ini bisa ikut serta dalam pelatihan bela negara dan wajib militer. Agar tenaganya bisa diperbantukan untuk Indonesia. "Kita lahir di sini dan besar di sini, kalau negara dalam ancaman maka kita siap," pungkas mantan Sekjen PDI Perjuangan itu.

Sekadar informasi, wajib militer atau seringkali disingkat sebagai wamil adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda terutama pria. Biasanya yang mengikuti program ini bagi berusia 18 sampai 27 tahun. Tujuan mengikuti pendidikan militer ini utnuk meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang. (cr2/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia