Jumat, 28 Apr 2017
Finance

Bank Mandiri Jembatani UMKM Naik Kelas

Kamis, 12 Jan 2017 08:43 | editor : Thomas Kukuh

FASILITAS: Dari kiri, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf saat meresmikan Rumah Kreatif BUMN di Surabaya kemarin.

FASILITAS: Dari kiri, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf saat meresmikan Rumah Kreatif BUMN di Surabaya kemarin. (FRIZAL/JAWAPOS)

JawaPos.com - Bank Mandiri mendukung pengembangan UMKM melalui pendirian Rumah Kreatif BUMN (RKB) di Jawa Timur (Jatim). RKB akan menjembatani para pelaku usaha memasuki pasar lokal maupun global. Pendirian RKB merupakan program sinergi antar-BUMN. 

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, RKB tersebut didirikan terutama untuk mendorong UMKM supaya bisa naik kelas. Untuk menuju ke sana, diperlukan persiapan matang. Mulai peningkatan kualitas produk dan kemasan, manajemen organisasi, sampai pemasaran.

"Jadi, di dalam RKB ini juga akan ada pelatihan bagi para UMKM. Misalnya, menyiapkan pelaku usaha masuk ke pasar e-commerce. Dengan demikian, bisa berkembang, tidak hanya di pasar lokal, tapi juga internasional," ujarnya di sela-sela peresmian RKB Bank Mandiri di Surabaya kemarin (11/1). 

Bank Mandiri mendapat tugas membangun 17 RKB yang tersebar di Jawa Barat, NTT, Lampung, Sulawesi Selatan, Maluku, hingga Papua. Di Jatim, selain di Surabaya, RKB juga didirikan di Trenggalek dan Ponorogo. 

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, banyak UMKM yang dibiayai perbankan, tapi sering tidak bisa naik kelas. "Makanya, harus ada pembenahan," ujarnya. Dia mencontohkan, banyak UMKM yang bergerak di bidang makanan. Karena itu, mereka perlu fasilitas dari sisi hak paten dan sertifikasi halal. 

Gubernur Jatim Soekarwo menambahkan, mengingat pentingnya sertifikasi halal, seluruh RKB harus dilengkapi dengan pengurusan sertifikasi tersebut. "Nah, ini kalau perlu bisa segera dikonsolidasikan," katanya. (res/c10/sof) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia