Jumat, 28 Apr 2017
Properti

Pemerintah Cicil Dana LRT Rp 2 Triliun

Kamis, 12 Jan 2017 08:11 | editor : Thomas Kukuh

BUTUH PEMBIAYAAN: Proyek tahap pertama LRT Cawang–Cibubur.

BUTUH PEMBIAYAAN: Proyek tahap pertama LRT Cawang–Cibubur. (MIFTAHULHAYAT / JAWA POS)

JawaPos.com - Ketidakpastian pembiayaan dua proyek light rail train (LRT) mulai menemukan titik terang. Dalam rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinator Kemaritiman, pemerintah berjanji menandatangani perjanjian kontrak untuk kedua proyek pada Januari 2017. Namun, tahun ini, pemerintah baru bisa memberikan dana Rp 1 triliun untuk masing-masing proyek. 

Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, pemerintah belum menentukan sumber dana untuk pembiayaan proyek tersebut. ''Pendanaan harus dilihat, apakah bisa sukuk atau sumber lainnya, karena masih diperhitungkan Kemenkeu. Minggu depan, hasilnya lebih jelas,'' terangnya setelah rakor pembiayaan LRT di Jakarta kemarin (11/1).

Menurut dia, skema pembiayaan itu masih mempunyai ruang napas yang cukup luas. Sebab, pihaknya hanya membicarakan alokasi pembiayaan untuk 2018 dan 2019. Tahun ini, penanaman modal negara (PMN) untuk proyek LRT sudah ditentukan, yaitu Rp 2 triliun. Total dana tersebut dibagi menjadi Rp 1 triliun per proyek. ''Yang jelas, progresnya tidak bermasalah. Saya yakin dua LRT bisa beroperasi sesuai target,'' ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, pihaknya sedang menaksir nilai kontrak final dari kedua proyek. Terutama proyek LRT Jakarta-Bogor yang belum memperoleh angka dari pihak konsultan. Sementara, nilai proyek LRT Jakarta ditaksir Rp 23,5 triliun dan nilai LRT Palembang Rp 11,4 triliun.

Meski baru memperoleh Rp 1 triliun, Dirut PT Adhi Karya Budi Harto terus berkomitmen merealisasikan proyek sesuai jadwal. (bil/c18)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia