Jumat, 21 Jul 2017
Metropolitan

Disebut Buzzer Penista Agama, Pewarta Foto Indonesia Polisikan Akun FB Eko Praseta

Kamis, 12 Jan 2017 04:44 | editor : Fadhil Al Birra

Ilistrasi

Ilistrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Langkah tegas diambil oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) terhadap pemilik akun Facebook Eko Praseta. Dia akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, akun itu mengunggah foto sejumlah jurnalis dan menyebutnya sebagai tim buzzer penista agama.

Ketua PFI Lucky Pransiska menjelaskan, pihaknya baru mengetahui foto sejumlah rekannya sesama pewarta foto diunggah oleh akun Eko Prasetia itu pada Selasa (10/1) kemarin. Lucky juga sempat mengkonfirmasi kepada teman-temannya yang ada di dalam foto tersebut, apakah betul mereka atau bukan.

"Saya konfirmasi yang bersangkutan betul enggak kalau itu foto kalian pewarta foto, lalu betul enggak kalau itu kejadian tanggal 3 Januari," ujar Lucky di Polda Metro Jaya, Rabu (11/1).

Lucky menerangkan, foto itu adalah rekan-rekannya yang saat itu sedang menunggu sidang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di depan Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 3 Januari lalu.

"Jadi mereka nunggu di situ dan kebetulan menurut versi temen-temen ini ada seorang laki-laki lewat mereka lalu balik," ucap dia. Ketika itu, lelaki itu mengeluarkan handphone dan memotret para pewarta.

Saat itu, para pewarta foto tidak menaruh curiga atau keberatan. Namun kemudian, foto itu menjadi viral setelah akun facebook Eko Prasetia itu mengunggah foto para jurnalis tersebut dengan postingan kata-kata yang mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik serta bernuansa SARA.

"Baru ketahuan itu tanggal 10 Januari itu bahwa ternyata foto itu diberikan konteks negatif terhadap temen-temen. Salah satunya, bahwa disebut kami adalah tim buzzer atau cybernya penista agama," cetusnya.

Lucky menegaskan bahwa PFI tidak memberikan dukungan atau pun beratiliasi dengan pihak mana pun. Tudingan itu, menurut Lucky sangat tidak berdasar.

"Kedua, mereka menyamakan kita seperti PSK yang seolah-olah profesi yang sangat rendah. Kalau fotonya sendiri kita tidak persoalkan, tapi konteks negatifnya yang kita keberatan," katanya.

Pihak PFI sudah mencoba meminta klarifikasi dan menuntut pemilik akun itu untuk meminta maaf, pada Selasa (10/1) malam. Namun pemilik akun diduga menutup akunnya setelah namanya ditautkan.

"Sempat, jadi kami pewarta foto sempat mengajukan surat terbuka pukul 18.30 WIB lalu saya caption yang bersangkutan dan tanggapan sedikit, lalu beberapa menit kemudian akunnya nonaktif," urainya.

Hingga Rabu pagi tadi, pemilik akun tersebut meminta maaf kepada Lucky melalui layanan messanger facebook. Lucky pun meminta agar pemilik akun tersebut menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka melalui akun medsos.

"Baru tadi pagi yang bersangkutan hubungi saya via FB messanger yang bersangkutan minta maaf, lalu saya sampaikan bahwa permohonan maaf yang bersangkutan ke saya keliru, harusnya menyampaikan permohonan maaf di timeline dia, di halaman yang sama di foto yang sama. Dia mengklarifikasi itu, ternyata timeline itu sudah bersih semua, akunnya sudah bersih semua," paparnya.

Sehingga, lanjut Lucky, permintaan maaf pemilik akun yang disampaikan kepadanya melalui messanger tersebut, tidak ada artinya. Sebab, foto para rekan PFI dengan postingan negatif itu sudah tersebar ke mana-mana.

"Oleh karena itu kami dari pengurus sepakat supaya kita dapat informasi yang benar, fakta yang sesungguhnya, bahwa sebetulnya foto ini bersumber dari mana dan apa motifasi mereka memberikan konteks negatif tersebut," lanjutnya.

Lucky mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis siapa pria yang memotret para pewarta foto tersebut. Namun, PFI mendapatkan informasi bahwa pria yang memotret ini berbeda dengan pemilik akun Eko Prasetia.

"Belum tahu (siapa yang memotret). Jadi kalau informasi terakhir ada person lain, pemilik akun lain. Menurut kami, dugaan kami mungkin yang bersangkutan yang pertama kali memotret, lalu mengunggah itu di sosmed. Namanya Hermansyah siapa gitu," sambungnya.

Lebih jauh, Lucky mengatakan, bahwa sebelum foto tersebut beredar di facebook, lebih dahulu muncul di Twitter. "Justru melalui Twitter. Di Twitter ada beberapa temen fotografer senior menyampaikan ke temen-temen bahwa ini ada lagi rame nih, lagi viral. Ada temen wartawan yang konfirmasi ke saya sudah melihat dari pagi dari tangga 10 Januari," lanjut dia.

Atas hal ini, Grandyis Zafna selaku anggota PFI sekaligus pewarta foto yang ada dalam medsos tersebut, melaporkan pemilik akun Eko Prasetio ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor LP/147/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Grandyos melaporkan pemilik akun dengan dugaan Pasal 310 jo 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU No 11 Tahun 2008 tengang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kenapa kita sampai ke Polda Metro, kami ingin ambil bagian perang terhadapnberita bohong itu. Awal tahun ini kita kerjasama dengan AJI (Aliansi Jurnalis Indonesi), kampanye soal berita bohong itu, kebetulan ada momentum ini jadi kami laporin dulu," tuturnya.

Namun, Lucky tidak menutup kemungkinan untuk mencabut pelaporan apabila pelaku meminta maaf secara terbuka. "Konsultasi terakhir yang melaporkan adalah orang-orang yang ada di foto itu. Kalau mereka memaafkan dan mau mencabut kami akan mencabut laporan itu," tukasnya. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia