Minggu, 23 Apr 2017
JPG Today

Polsek Baamang Bongkar Jaringan Bandar Narkoba Cantik

Kamis, 12 Jan 2017 02:31

Ilistrasi

Ilistrasi (Pixabay.com)

JawaPos.com - Polsek Baamang, Kotim, berhasil meringkus dua bandar zenith atas nama Nelly Dewi Putri dan Ahmad Priyani. Kuat dugaan, bandar berparas cantik tersebut juga terlibat jaringan besar.

“Saat ini polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap kelompok atau jaringan dari kedua pelaku,” kata Kapolsek Baamang, Iptu I Made Rudia kepada Rakyat Sampit (Jawa Pos Group), Rabu (11/1).

Made menuturkan, pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan terkait asal obat. Untuk itu pihaknya berharap peran serta masyarakat untuk membantu polisi dalam memberikan informasinya.

"Kami duga kedua pelaku ini memiliki jaringan yang sama dan saat ini terus didalami. Kami akan mencari dan memburu pelaku lainnya," tegasnya.

Made mengimbau, agar masyarakat hendaknya ikut berperan dalam memerangi peredaran narkoba maupun zenith. Terutama peredaran obat yang kini sudah merambah kepada para pelajar.

"Kami akan terus berpatroli dan melakukan penangkapan terhadap para bandar maupun pelakunya. Kami minta informasi dan bantuan warga dalam mengungkap peredaran narkoba ataupun zenith," pinta made. 

Seperti diketahui, kedua pelaku diringkus di kawasan yang sama yakni, di Jalan Walter Congrad Gang Firdaus, Senin (9/1). Sementara total barang bukti yang diamankan sebanyak 452 butir zenith.

Sebelum menciduk Priyani di kediamannya, Jalan Walter Congrad Gang Firdaus, anggota buru sergap (buser) lebih dulu mengamankan Nelly. Lokasi penangkapan terhadap keduanya tidak terlalu jauh. 

Terungkapnya kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima petugas. Tidak ingin menunggu lama, pengintaian pun dilakukan.

Setelah dilakukan pemantauan, penangkapan dengan cara menggerebek rumah pelaku pun dilakukan. Tidak hanya anggota kepolisian, ketua RT setempat juga dipanggil untuk ikut mendampingi.

Pelaku Nelly diamankan usai mengedarkan zenith kepada pelangganya. Barang bukti yang diamankan 52 butir zenith dan uang Rp74 ribu yang diduga hasil penjualan.

Berdasarkan “kicauan” Nelly, diketahui jika ada jaringan atau pelaku lain atas nama Priani yang rumahnya ternyata tak jauh dari lokasi penangkapan pertama. Tanpa menunggu perintah, anggota kembali bergerak untuk memburu sang target, Priani. (son/ang/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia