Minggu, 23 Jul 2017
JPG Today

Dideportasi dari Malaysia, 8 WNI Diperiksa Densus 88

Kamis, 12 Jan 2017 00:42 | editor : Ilham Safutra

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menunjukan foto diduga bom sandal rakitan dari ponsel seorang warga Sumbar yang diperiksa terkait dugaan teroris saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (11/1).

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menunjukan foto diduga bom sandal rakitan dari ponsel seorang warga Sumbar yang diperiksa terkait dugaan teroris saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (11/1). (Cecep Mulyana/Batam Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 memeriksa delapan orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumatra Barat (Sumbar).

Pemeriksaan itu terkait dideportasinya mereka dari Malaysia oleh imigrasi setempat, karena memiliki gambar terkait ISIS di dalam ponselnya. Diduga mereka terkait dengan jaringan teroris tersebut.

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menuturkan, di dalam file manager ponsel milik salah satu terduga teroris itu, ada foto bendera serta kegiatan ISIS dan juga foto bom dan rangkaian bom sendal.

Delapan orang yang diamankan tersebut yakni Fh, ASA, MH, REH ke empatnya kelahiran buktinggi. REH diketahui guru para santri yang berumur 38 tahun.  Lalu A kelahiran Barulak, IO dari Kotosani, SA Galo Gadang dan HAP dari Kapahiang.  "Hingga kini kami masih melakukan pemeriksaan," kata Irjen Sam Budigusdian yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (12/1).

Sam mengatakan dari keterangan delapan orang tersebut, didapat bahwa foto ini berasal dari grup Whatsapp yang diikuti salah satu terduga.  Dimana salah seorang dalam grup itu, menggunakan foto profil lambang ISIS. Selain itu beberapa kali anggota grup di Whatsapp ini, mengirimkan foto salah satunya rangkaian Bom Sendal.

"Dari pengakuan salah seorang terduga, ia dulu mengikuti grup tersebut. Namun sekarang sudah tak lagi, namun masih ada beberapa foto yang tersimpan di handphonenya," ucap Sam.

Mengenai pengakaun terduga ini, Sam mengatakan pihak Densus 88 bersama Brimob Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan. Bila kedelapannya tidak terlibat, maka dalam waktu dekat akan dilepaskan. Namun bila ada bukti keterlibatan, maka pihak kepolisian akan melakukan proses lebih lanjut.  (ska/iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia