Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Januari 2017 | 05.05 WIB

Amrirulloh, dari Kehilangan Dompet, Ancaman Senior hingga Meregang Nyawa

Amriulloh Adityas Putra, korban tewas penganiyaan di tangan senior STIP yang beredar di sosial media - Image

Amriulloh Adityas Putra, korban tewas penganiyaan di tangan senior STIP yang beredar di sosial media

JawaPos.com - Kejadian buruk yang berujung pada meregang nyawa di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang dialami Amirulooh Adityas (18), taruna tingkat I tidak hanya sekali itu saja terima pada malam nahas, Selasa (10/1) saja. Sepekan sebelum insiden itu, dia juga mengalami kehilangan dompet dan handphone di asrama.


Hal itu diungkapkan oleh Amar, saudara kembar almarhum. "Adik saya pernah ngomong ke saya. Bahwa dia pernah kehilangan dompet dan handphone pada hari Rabu 4 Januari 2017," ujar Amar saat di rumah duka, Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/1).


Menurut Amar, setelah kehilangan dompet dan handphone korban melapor pada pihak STIP. Namun setelah melapor, korban malah mendapatkan ancaman dari senior-seniornya.


"Korban pernah cerita ke saya, setelah melapor kehilangan korban mendapat ancaman dari senior-senior di STIP," beber dia.


Tapi siapa sangka, setelah hilang dompet dan handphone, kini nyawa Amirulloh juga hilang. Seperti diketahui, Amirulloh Adytias (19), meninggal setelah dikeroyok kakak senior STIP. Kelima kakak seniornya itu kini ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. (elf/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore