
MANDEK DUA TAHUN: Rencananya, pembangunan Jembatan Brawijaya dilanjutkan April mendatang.
JawaPos.com- Kelanjutan pembangunan Jembatan Brawijaya, Kediri sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Namun, kelanjutan pembangunan jembatan masih akan tertunda beberapa bulan ke depan. Banyak proses administrasi yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dimulai kembali.
”Ini sedang kami proses administrasinya,” terang Kasenan, kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri.
Menurut dia, banyak hal yang terkait dengan proses administrasi yang harus diurai. Sebab, Jembatan Brawijaya sempat mengalami kemandekan pembangunan setidaknya dua tahun terakhir. Jadi, perlu ada refresh data sebelum meneruskan pekerjaan yang belum selesai tersebut.
Meski demikian, bukan berarti DPU mengulur waktu. Pihaknya, ucap Kasenan, dengan tegas akan menjalankan hasil keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) yang dikeluarkan akhir tahun lalu. Yakni, mengabulkan kasasi pihak rekanan, yakni PT Fajar Parahyangan, dan mengukuhkan keputusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).
Pemkot harus melanjutkan pembangunan dengan kontraktor PT FP. Jika tidak, pemkot harus membayar Rp 1,4 miliar kepada PT FP.”Kami sudah layangkan surat ke rekanan soal pemberitahuan penggunaan mereka kembali dalam proyek multiyears tersebut,” ucap Kasenan.
Bagaimana dengan pembayaran PT FP sebelum proyek mandek? Dia menyatakan, pihak pemkot telah membayar lunas pengerjaan dan bahan baku yang digunakan PT FP sebelum proyek dihentikan. Tidak ada utang terhadap rekanan asal Bandung itu.”Untuk pembayaran pengerjaan yang sebelumnya, sudah lunas,” katanya saat ditemui di ruangannya.
Saat ini pembangunan jembatan tersebut kurang 20 persen lagi. Meski demikian, dari tenggang waktu yang diberikan pihak rekanan, diperkirakan diperlukan waktu 277 hari untuk menyelesaikannya.
Untuk itu, DPU menargetkan proses pembangunan bisa dimulai April mendatang. Namun, Kasenan belum bisa memastikan kapan benar-benar bisa dimulai, tepat bulan itu atau tidak, melihat begitu banyak hal yang masih harus diselesaikan.”Banyak pihak di tingkat provinsi yang masih harus kami ajak koordinasi tentang kelanjutan proyek,” katanya. (dna/c5/diq)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
