Sabtu, 25 Feb 2017
Sepakbola Dunia

Faiz, Andik Vermansah, dan Hukum Fisika

Rabu, 11 Jan 2017 17:41

Sketsa

Sketsa (Budiono/Jawa Pos)

JawaPos.com- Jacksen F. Tiago ingat betul kegigihan Mohammad Faiz Subri. Anak buahnya kala masih berstatus pelatih Penang FA itu selalu meminta sesi latihan tambahan selama 30 menit untuk mengasah kemampuan mengeksekusi bola mati.

Setiap latihan, biasanya pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut bakal menendang 30 bola. ’’Dari jumlah itu, 80 persen pasti masuk. Itulah yang membuat saya berani memberinya kepercayaan mengeksekusi jarak jauh,’’ jelas Jacksen.

Buah kerja keras tersebut akhirnya mengantarkan pemain 29 tahun itu meraih Puskas Award. Penghargaan bergengsi tersebut dia peroleh berkat gol keduanya ke gawang Pahang dalam laga Malaysia Super League 16 Februari tahun lalu.

Gol via tembakan bebas itu, mengutip koran Malaysia Daily Sukan, melawan hukum fisika. Khususnya Prinsip Bernoulli. Bola yang awalnya bakal berbelok ke kiri tiba-tiba dengan tajam menikung ke kanan sebelum menghunjam gawang kiper Pahang Nasril Nourdin dari jarak sekitar 32 meter.

Jacksen yang dua musim menangani Penang mengaku tak kaget ketika gol tersebut lahir. Sebab, Faiz sudah melakukannya 3–4 kali. ’’Bisa dibilang, itu merupakan spesialisasinya,’’ kata Jacksen.

Banyak yang menyebut gol itu mirip dengan gol Roberto Carlos di Tournoi de France pada 1997. Tapi, sebenarnya ada yang jauh lebih mirip, yakni gol Andik Vermansah ke gawang Singapura pada Piala AFF 2012.

Kalau dibandingkan dengan Carlos, kemiripannya mungkin hanya lekukan bola sebelum masuk ke gawang. Dengan Andik, proses gol Faiz tersebut mirip secara posisi dan jarak.

Dilihat dari konteks pertandingan, gol Andik bahkan sebenarnya lebih unggul secara value. Sebab, gol itu dicetak pada menit terakhir pertandingan dan menjadi penentu kemenangan. Sayang, pada 2012, Piala AFF belum masuk agenda resmi FIFA.

Dikutip dari Astro Awani, Faiz merasa tersanjung jika disamakan dengan Carlos. ’’Alhamdullilah. Namun, saya merasa belum pantas jika disandingkan dengan Roberto Carlos,’’ ungkapnya merendah.

Bagaimanapun, keberhasilan Faiz dalam merebut Puskas Awards membuat Harimau Kumbang –julukan Penang– melelang jersey-nya dengan penawaran awal RM 100 ribu (sekitar Rp 296,81 juta).

Bendahara Penang Datuk M. Murly menyatakan, pelelangan tersebut tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kas klub. ’’Namun juga untuk menarik minat banyak sponsor kepada kami,’’ ujarnya. (apu/c5/ttg)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia