Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Januari 2017 | 08.45 WIB

Dihipnotis Lewat Telepon, Rp 13 Juta Raib

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com BATAM  - Lia, 18, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapaolresta Barelang setelah merasa dihipnotis dalam transaksi jual beli kamera DSLR miliknya, Senin (9/1) pagi.


Saat ditemui, Lia menceritakan kronologis kejadian ini bermula dari dirinya memposting kameranya untuk dijual dalam forum jual beli di media sosial pada Sabtu, 31 Desember 2016. Setelah beberapa jam memposting penjualan kameranya, Lia kemudian ditelepon oleh seorang pria yang mengaku bernama Fendi sekitar pukul 21.00 WIB dan berniat akan membeli kamera miliknya itu.


Dalam percakapan antara korban dan pelaku di telepon itu, pelaku meminta korban menuju ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengecek uang yang telah ditransfer oleh pelaku.


Namun, sesampainya di ATM, Lia kemudian dituntun oleh pelaku untuk menuju ke menu transfer. Beruntung, pada saat dituntun pelaku, saldo di dalam rekeningnya dalam keadaan kosong.


"Saya diminta untuk transfer uang ke rekeningnya dia. Tapi tidak bisa, karena saldo saya kosong," katanya seperti ditulis Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (10/1).


Dikarenakan saldo di dalam rekeningnya kosong, kemudian pelaku merayu korbannya dengan menggunakan kartu ATM lain atau meminjam ATM orang lain.


"Oh gak apa-apa itu, mungkin uangnya masih mendam. Besok aja lah kirim, tapi kirim pakai ATM ibumu. Bilang aja pinjam untuk transfer uang ke rekeningmu, karena rekening kamu kosong," ujarnya meniru perkataan pelaku malam itu.


Setelah pulang dari ATM, kemudian besoknya korban kembali mendapatkan telepon dari pelaku pada Minggu (1/1) malam dan memintanya untuk menggunakan ATM milik ibunya. 


Lia yang diduga terhipnotis oleh pelaku, kemudian menuruti perintah pelaku dan mengambil ATM ibunya untuk menuju ke ATM di kawasan Aviari Batuaji. "Sampai disana kemudian dia mengarahkan lagi sama saya ke menu transfer dan saya melakukan transfer sebanyak tiga kali," tuturnya.


Dari tiga kali transfer itu, uang tunai sebesar Rp 13.832.000 raib dari dalam rekening ibu korban. "Saya transfernya dari ATM BNI ke Bank Mandiri," katanya.


Setelah berselang beberapa hari atau tepatnya pada Minggu (8/1) sore akhirnya kasus ini terungkap setelah ibu korban mengecek saldo di ATM nya dan menanyakan kepada anaknya. "Setelah ditanya sama ibu itu, saya baru teringat lagi dan membuat laporan ke polisi," imbuhnya. (cr1/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore