
Ilustrasi
JawaPos.com BATAM - Lia, 18, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapaolresta Barelang setelah merasa dihipnotis dalam transaksi jual beli kamera DSLR miliknya, Senin (9/1) pagi.
Saat ditemui, Lia menceritakan kronologis kejadian ini bermula dari dirinya memposting kameranya untuk dijual dalam forum jual beli di media sosial pada Sabtu, 31 Desember 2016. Setelah beberapa jam memposting penjualan kameranya, Lia kemudian ditelepon oleh seorang pria yang mengaku bernama Fendi sekitar pukul 21.00 WIB dan berniat akan membeli kamera miliknya itu.
Dalam percakapan antara korban dan pelaku di telepon itu, pelaku meminta korban menuju ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengecek uang yang telah ditransfer oleh pelaku.
Namun, sesampainya di ATM, Lia kemudian dituntun oleh pelaku untuk menuju ke menu transfer. Beruntung, pada saat dituntun pelaku, saldo di dalam rekeningnya dalam keadaan kosong.
"Saya diminta untuk transfer uang ke rekeningnya dia. Tapi tidak bisa, karena saldo saya kosong," katanya seperti ditulis Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (10/1).
Dikarenakan saldo di dalam rekeningnya kosong, kemudian pelaku merayu korbannya dengan menggunakan kartu ATM lain atau meminjam ATM orang lain.
"Oh gak apa-apa itu, mungkin uangnya masih mendam. Besok aja lah kirim, tapi kirim pakai ATM ibumu. Bilang aja pinjam untuk transfer uang ke rekeningmu, karena rekening kamu kosong," ujarnya meniru perkataan pelaku malam itu.
Setelah pulang dari ATM, kemudian besoknya korban kembali mendapatkan telepon dari pelaku pada Minggu (1/1) malam dan memintanya untuk menggunakan ATM milik ibunya.
Lia yang diduga terhipnotis oleh pelaku, kemudian menuruti perintah pelaku dan mengambil ATM ibunya untuk menuju ke ATM di kawasan Aviari Batuaji. "Sampai disana kemudian dia mengarahkan lagi sama saya ke menu transfer dan saya melakukan transfer sebanyak tiga kali," tuturnya.
Dari tiga kali transfer itu, uang tunai sebesar Rp 13.832.000 raib dari dalam rekening ibu korban. "Saya transfernya dari ATM BNI ke Bank Mandiri," katanya.
Setelah berselang beberapa hari atau tepatnya pada Minggu (8/1) sore akhirnya kasus ini terungkap setelah ibu korban mengecek saldo di ATM nya dan menanyakan kepada anaknya. "Setelah ditanya sama ibu itu, saya baru teringat lagi dan membuat laporan ke polisi," imbuhnya. (cr1/nas/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
