Sabtu, 19 Aug 2017
Metropolitan

Laporan Khusus: Menelusuri Private Party Topless DJ di Jakarta

Menikmati Topless DJ di Jakarta: Bonus Goyang, Boleh Dipegang

Sabtu, 31 Dec 2016 18:26 | editor : Thomas Kukuh

DJ Juliet yang sedang asyik memainkan musik-musik irama EDM sambil bertelanjang dadaJ

DJ Juliet yang sedang asyik memainkan musik-musik irama EDM sambil bertelanjang dadaJ (TIM JAWA POS)

JawaPos.com - Dengan diawali liku-liku, kami akhirnya berhasil menyewa topless DJ. Berkedok pesta ulang tahun (ultah) salah seorang bos kami, party tersebut dihelat pada pertengahan bulan ini di sebuah room karaoke sebuah klub di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Karena bertema pesta ultah, tentu, kami menyiapkan kue tar lengkap dengan lilin ulang tahun. Padahal, siapa juga yang ultah di tanggal itu. Hehehe… 

Ceritanya, seorang rekan kami di-setting menjadi bos. Yakni, seorang eksekutif muda yang bergerak di bidang konstruksi. Karena berperan jadi orang kantoran, kami pun berdandan rapi jali. Kemeja lengan panjang yang dipadukan dengan celana berbahan kain atau chino plus sepatu formal menjadi seragam wajib. Rambut klimis berbalut pomade pun jadi pelengkap penampilan kami berlima.

Karena skenarionya adalah pesta kejutan, beberapa di antara kami berangkat duluan. Dua orang menyusul. Seorang berperan sebagai bos. Seorang lagi jadi teman yang pura-pura menjebak ke acara surprise tersebut. Sedari sore, hari menjelang malam, salah seorang di antara kami sudah datang ke room itu untuk menyiapkan segala sesuatunya. Tentu, kue tar sudah dibawa. Apa jadinya ultah tanpa kue tar. 

Tepat pukul 23.00, kami bertiga memberikan kode kepada dua rekan kami untuk naik. Lampu ruangan sudah dipadamkan total. ’’Selamat ulang tahun,’’ teriak kami ketika mereka masuk. Terus, teman kami yang berakting jadi bos yang ultah pun berlagak kaget. ’’Waaaah, apa-apaan ini,’’ serunya. 

Sebagaimana tradisi selebrasi ultah yang baik dan benar, ketika kue tar itu disodorkan, dia pun meniupnya, lalu membuat permohonan. Entah permohonan apa yang dipanjatkan. Kemudian, kami berlima duduk di sofa panjang di depan layar monitor 60 inci. 

Sembari memanaskan suasana, musik-musik disko diputar kencang-kencang. Namun, DJ Juliet yang kami sewa untuk meramaikan malam itu belum tampil. Dia bersembunyi di ruangan kecil di dekat toilet. Sementara itu, Michael beraksi sembari menjadi MC acara tersebut. Agar suasana pesta lebih terasa, kami pun mengundang beberapa cewek untuk bergabung. 

 Menjelang hari berganti, barulah DJ Juliet keluar. Layaknya sebuah show profesional, dia pun menyuguhkan gimmick. Perempuan 27 tahun tersebut berdandan ala anak-anak sekolah Jepang nan kawaii. Tak lupa, dia juga mengenakan topeng. ’’Biar si bos tambah penasaran,’’ kata Juliet sebelum pesta digelar. 

Kami pun berteriak girang ketika Juliet mulai beraksi. Si bos yang tadinya malu-malu mulai berani turun dan berjoget. Minuman pun mengalir ke gelas-gelas yang sudah disediakan. Sekitar 15 menit memainkan musik, perempuan bertubuh sintal itu mulai mengaduk-aduk emosi dengan tingkahnya. 

Akhirnya, dia mulai membuka atasannya satu per satu. Sambil tetap memainkan musik, dia membuka bajunya yang bermodel sailor. Kemudian, dia membuka rok pendeknya hingga hanya mengenakan dalaman, bra dan underpants. Tak lama kemudian, dia pun menanggalkan bra yang melingkupi tubuh bagian atas. Nah lho, pusing deh.

Teman yang berlagak jadi bos tadi pun kembali berteriak menunjukkan ekspresi kekagetannya. Memang sih, sejak awal, dia diminta untuk tampak seolah-olah kaget. Namun, dari yang terlihat, sepertinya, dia benar-benar kaget bukan buatan. Indikasinya, mulutnya menganga, lalu geleng-geleng. ’’Wah, gede banget yak,’’ kalimat itu meluncur spontan dari mulut pria berewok tersebut. 

Sembari menikmati musik racikan Juliet, kami pun bergoyang dan bertingkah menggila seperti joget-joget di atas meja. Melihat kami gila-gilaan, DJ berhidung mancung dan berkulit putih itu pun terpancing. Sembari mengatur musik dari turntable, sesekali, dia juga menghampiri kami. Menggoda-goda kami sambil menggoyangkan tubuhnya mengikuti musik. ’’Mau pegang? boleh kok,’’ tanyanya sambil melirik ke kami. Bukan hanya itu, dia juga sempat berjoget di pangkuan salah seorang di antara kami. 

Sepertinya, Juliet kerasan. Buktinya, biarpun hanya dikontrak selama dua jam, ternyata, dia mau bertahan sampai pesta usai pukul 03.00. Waktu kami tanya mengapa mau bertahan sampai party bubar, dia menjawab bahwa host party-nya asyik. Dia pun menikmati dan siap memberikan service maksimal. 

Kami pun bertanya, apakah dia bisa di-booking out (BO)? Dia menjawab tidak menerima order BO. Namun, dia tidak menampik bahwa ada topless DJ yang bisa disewa juga sebagai gadis panggilan. 

Ketika jam sewa ruangan habis, pesta pun harus berakhir. Juliet dan Michael mengemas perlengkapan mereka, lalu pamit meninggalkan kami. Cewek-cewek yang tadi datang bersama Juliet juga pulang bersama mobil yang mereka tumpangi. Setelah semua itu tuntas, kami akhirnya bisa bercerita bagaimana rasanya private party bareng topless DJ. Emang gimana rasanya? Cobain sendiri dong. Hehehe... (Tim Jawa Pos/co3/nar)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia