
SELAMAT: Nila saat berada di RSUD Luwuk, Sulawesi Tengah, Rabu dini hari (21/12).
Bertemu orang tua adalah tujuan utama. Siswa kelas XI SMA Muhammadiyah, Luwuk, ini diminta pulang karena orang tuanya sakit. Namun apa di kata, dalam perjalan, musibah justru menimpa.
STEVEN PONTOH , Luwuk
TEEET … teett..teeettt. Terompet KM Usaha Baru yang berlabuh di Pelabuhan Rakyat berbunyi. Itu menjadi tanda kapal akan lepas labuh pada 20 Desember malam. Keceriaan sangat terasa di atas kapal.
Kebanyakan di antara mereka adalah warga Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, yang baru saja menjual hasil bumi di Kota Luwuk.
Namun, beberapa saat kemudian, keceriaan itu berubah menjadi suasana yang mencekam. Suara piluh terdengar dari balkon kapal KM Usaha Baru. Gemuruh orang-orang berlarian terdengar.
Termasuk teriakan hingga tangisan melenting. Nila, salah seorang penumpang yang tengah bercengkerama dengan empat orang penumpang lain di deretan juru mudi pun tersentak.
Tak lama kemudian, segerombolan penumpang berlarian dari balkon ke arah mereka. Wajah para penumpang tersebut pucat. Beberapa di antaranya meringis dan bersimbah darah.
Nila masih keheranan. Dia belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Belum juga hilang pertanyaan dalam hatinya, seorang pria dengan golok di tangan yang mengejar salah seorang penumpang tiba-tiba muncul.
Penumpang lain yang menjadi temannya bercerita sambil melompat keluar kapal, lalu terjun ke laut. Tanpa bertanya, Nila ikut menjatuhkan diri sebelum si pria bergolok tiba di tempatnya berdiri.
”Saat berenang di laut, saya juga belum tahu kenapa penumpang itu membawa parang. Kenapa yang lain terluka,” imbuhnya sambil menggigil saat ditemui di Rumah Sakit Umum Luwuk, Rabu (21/12) pukul 01.35 karena pakaian yang dikenakan basah.
Meski segudang pertanyaan masih ada dibenaknya, Nila terus menggerakkan tangan dan kaki untuk membuat tubuhnya tetap mengapung. Beberapa penumpang lain saling mengingatkan agar tidak tenggelam.
Suasana di atas KM Usaha Baru tujuan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, itu masih mencekam. Tidak ada lagi suara teriakan.
Hanya, ada suara amukan Herson, 47, yang membawa golok. Banyak angkutan kapal yang dibuang ke laut. Termasuk sepeda motor.
”Saat berenang, saya berasa sudah tidak memunyai harapan hidup. Saya langsung ingat Mama yang sakit di rumah. Apalagi di laut gelap. Sebab, lampu kapal sudah mati,” jelas gadis asal Desa Mbeleang, Kecamatan Lantibung, tersebut.
Saat upaya mengapungnya mulai lemah, seorang dari atas kapal tiba-tiba melemparkan kardus yang biasa digunakan sebagai tempat menampung ikan mentah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
