
BINTANG LOKAL: Tim Flying Wheel Makassar berpose bersama setelah menjuarai Makassar Basketball League 2016.
JawaPos.com- Klub basket tertua di Sulawesi Selatan, Flying Wheel Makassar, datang ke Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016 dengan mengutamakan barisan pemain binaan sendiri. Meski begitu, klub yang baru merayakan ulang tahun ke-68 tersebut juga menyeimbangkan kekuatan dengan membawa dua pemain asing asal Amerika Serikat (AS) dan satu bintang basket tanah air.
Dua pemain AS yang direkrut Flying Wheel adalah Falando Jones dan Tony Freeland. Jones adalah small forward. Sementara itu, Freeland adalah big man. Sedangkan seorang bintang basket tanah air yang kemarin baru memastikan diri bergabung di tim tersebut adalah Andy ”Batam” Poedjakesuma.
Sekretaris Flying Wheel Steven Yosal menuturkan, memilih Jones sebagai salah satu penggawa asing yang dibawa adalah opsi terbaik. Pemain yang pernah membela Hangtuah Sumsel tersebut sudah cukup dekat dengan pemain Flying Wheel lainnya karena sudah memperkuat tim itu di ajang Flying Wheel Cup bulan lalu.
Yosal menambahkan bahwa timnya siap bertarung untuk memperebutkan dua tiket semifinal dari grup B. Di grup tersebut, klub itu bakal bersaing dengan lima klub lain. Yakni, Mahameru Surabaya, Makassar Warriors, Satya Wacana Salatiga, Papas Surabaya, dan BBM Viking Surabaya.
Turnamen basket pertama di Indonesia yang berhadiah mobil itu juga akan menjadi lahan berharga untuk pemain-pemain asli binaan Flying Wheel menimba ilmu dan pengalaman. Meski telah lama berdiri, Flying Wheel mengakui bahwa kesempatan bertanding dengan melawan tim-tim Pulau Jawa sangat terbatas. Apalagi, belum da tim asal Makassar yang bergabung di liga profesional.
Karena itu, memboyong pemain-pemain binaan sendiri tetap menjadi prioritas utama Flying Wheel. ”Dari 15 pemain yang kami daftarkan, 12 orang binaan sendiri, 2 asing, dan 1 pemain lokal professional, yakni Andy Batam,” ucap Ketua Dewan Pembina Flying Wheel Peter Nursalim. ”Anak-anak kami tetap prioritas,” ucapnya.
Selama ini, Flying Wheel terjun di liga lokal Makassar Basketball League. Ajang tersebut diikuti delapan tim putra dan empat tim putri dari seantero Makassar. ”Kami sangat antusias ketika Jawa Pos mengadakan turnamen seperti ini. Kalau bisa, sebanyak mungkin dan reguler. Agar perkembangan basket di Indonesia makin merata,” kata Yosal.
Soal persaingan di grup B, Yosal tidak gentar. Malah persaingan bakal lebih seru karena di grup itu juga ada tim dari Sulawesi Selatan lainnya, yakni Makassar Warriors. Derby dua tim ibu kota Sulsel itu bakal tersaji pada babak penyisihan grup B.
Sebelumnya, Flying Wheel akan menghadapi Papas Surabaya pada hari pertama (9/12). Selanjutnya, tim asuhan Kwandy tersebut berturut-turut menantang Mahameru Surabaya (11/12), Makassar Warriors (12/12), BBM Viking Surabaya (13/12), dan Satya Wacana Salatiga (15/12). (irr/c11/ady)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
