
Sejumlah anak Punk yang diamankan di kantor Satpol PP.
JawaPos.com - Satpol PP Berau kembali merazia sekelompok anak punk. Mereka ditangkap lantaran keberadaannya meresahkan warga. Gerombolan anak punk ini kerap mengganggu ketertiban masyarakat.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Berau Said Idrus menjelaskan, pihaknya seperti biasa melakukan patroli rutin Senin kemarin.
“Kebetulan anggota patroli di Kelurahan Rinding melihat ada sekelompok anak punk ini. Anggota dengan sigap mengamankan mereka,” jelasnya dikutip dari Samarinda Pos (Jawa Pos Group).
Sebanyak 19 orang diamankan dan langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata. Ternyata dari 19 orang ini terdapat 4 remaja putri berusia antara 16 hingga 17 tahun. Menurut Said, kelompok ini berasal dari berbagai daerah di Kaltim.
Ada yang dari Samarinda dan Bontang. Bahkan dari pendataan mereka, ternyata ada sejumlah anak yang yang sudah pernah diamankan dan dipulangkan sebelumnya.
“Ada juga pemain lama, sudah pernah kita tahan dan kita data kemudian kita pulangkan ternyata balik lagi,” jelasnya.
Sesuai prosedur, usai pendataan kelompok ini kemudian diserahkan kepada Dinsos untuk dititipkan sementara sebelum dipulangkan. “Kita juga buatkan berita acara penyerahannya,” sambung Said.
Selain dari luar daerah, ada juga anak punk yang dari Berau. Bahkan ditengarai sebagai pemimpin kelompok ini. Keberadaan mereka menurut Said kerap meresahkan warga.
Mulai ngamen di sepanjang tepian hingga pesta miras yang kerap juga menimbulkan keributan dan gangguan di malam hari. Keberadaan anak punk di Berau juga diakuinya sudah sering dilaporkan warga, karena kerap membuat kebisingan di malam hari dan di jalan-jalan.
“Mereka tidak tentu dimana berkumpulnya, kebetulan tadi pagi (kemarin, Red) mereka ada di Terminal Rinding,” ujarnya.
Saat didata di kantor Satpol PP kelompok ini sempat diberikan makan dan minum karena ada yang memang kelaparan belum makan. “Kita memanusiakan mereka, karena bagaimanapun mereka juga manusia yang punya hak. Ada juga yang sedang sakit karena kakinya infeksi kita bawa ke puskesmas, nanti oleh Dinsos akan memulangkan mereka dengan peringatan untuk tidak kembali lagi,” tandasnya. (as/nin/fab/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
