Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Desember 2016 | 22.44 WIB

Pesan Terakhir Sales Cantik Sebelum Tewas Kecelakaan

Yani Maryam yang tewas tergilas truk dua hari lalu di Banjar, kemarin (4/12), dikenang keluarganya di Mangkubumi Kota Tasikmalaya. - Image

Yani Maryam yang tewas tergilas truk dua hari lalu di Banjar, kemarin (4/12), dikenang keluarganya di Mangkubumi Kota Tasikmalaya.

JawaPos.com – Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa Yani Maryam (22) warga Jalan Cilingga, Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Sabtu (3/12). Korban bersama temannya Abdul Dani Ramdani (24) kecelakaan di kecelakaan di Jalan Pamarican, Kota Banjar.



Sebelum meninggal, Yani sempat menghubungi ibunya, Hani Sri Handayani (44). Sales Counter itu Sabtu (3/12) pukul 13.00 izin tidak pulang dan pamit akan berangkat ke Pangandaran. Alasannya, ada urusan pekerjaan ke Pangandaran. Padahal, biasanya, putri sulungnya itu sore sudah ada di rumah.



"Malam Minggu bisasanya sudah di rumah, tapi kemarin nelepon katanya mau ke Pangandaran," terang Hani saat ditemui Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).



Hani mengaku masih terngiang-ngiang suara putrinya itu saat meminta izin dan meminta maaf kepadanya agar tidak menunggunya pulang. Tidak disangka anaknya memang tidak pulang ke rumah, melainkan jasadnya. "Tadinya diberi tahu hanya jatuh saja, tapi pas (jenazah) mau datang ke sini baru dikasih tahu (meninggal)," ujarnya.



Iik Suharto (48), ayah Yani mengatakan almarhumah merupakan sosok yang sangat berbakti kepada orang tua. Bukan hanya moril, materi pun dia punya kontribusi besar dalam membantu keuangan keluarga. "Saya pribadi tidak mau membebaninya, tapi kalau tidak diterima dia malah suka marah," ujarnya pria yang sehari-hari sebagai sopir barang itu.



Yani merupakan anak sulung dari 4 bersaudara. Dia, kata Iik, punya cita-cita menyekolahkan adik-adiknya hingga lulus SMA. Dia sampai mengesampingkan soal asmara dan dan tidak mau menikah sampai keinginannya itu terwujud.



"Sekarang adiknya yang kedua itu masih SMP, dia (Yani) ingin sekali menyekolahkan adiknya sampai SMA," katanya.



Bahkan, kata Iik, ketika anak keduanya hampir tidak bisa lulus karena masalah administrasi di sekolahnya, Yanilah yang melunasinya supaya adiknya itu bisa mengambil ijazahnya.



"Saya saat itu sudah angkat tangan karena tidak ada uang, akhirnya Yani yang lunasin semuanya," terangnya.



Sekarang Yani sudah tiada. Keluarga pun kehilangan anak yang berbakti itu. Iik dan keluarganya berusaha untuk ikhlas dan mendoakan Yani bisa mendapat tempat terbaik di sisi Sang Pencipta. (rga/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore