
Ilustrasi
JawaPos.com - Bandara Samarinda Baru (BSB) terus menggeliat. Sabtu (3/12), Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim melakukan commissioning di lapangan terbang di utara Kota Tepian itu. Serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi peralatan yang terpasang dilakukan untuk memastikan keamanan.
Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, dari hasil commissioning seluruh instalasi dipastikan aman dan beroperasi dengan baik. Setrum listrik nantinya dipasok PLN dan mesin genset.
"PLN akan mendistribusikan listrik sebesar 2,1 Megawatt (MW). Kami juga memiliki genset (generator set) dengan kapasitas yang sama," jelas Salman kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), Minggu (4/12).
Soal air, sementara BSB mengandalkan suplai dari Water Treatment Plant (WTP) milik sendiri. WTP tersebut, kata Salman, mampu menghasilkan air sebanyak 15 liter per detik. Namun, dia juga bakal meminta tambahan air dari PDAM Tirta Kencana Samarinda.
Untuk urusan pagar, pemerintah pusat belum menganggarkan pendanaannya. Sehingga, pendanaannya dibungkus dalam kontrak MYC (multi-years contract/kontrak tahun jamak) sisi udara. "Kami memprioritaskan pagar sepanjang runway yang baru dibangun. Sisanya menyusul. Lagi pula, Januari nanti bandara belum beroperasi penuh. Hanya uji coba," terang dia.
Dia mengatakan, fasilitas pendukung lain telah siap. Pihaknya pun terus melakukan pengecekkan secara berkala hingga bandara siap dioperasikan.
Terpisah, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Temindung Samarinda Usdek Luthermand mengaku, sejauh ini tak ada kendala terkait pemindahan Bandara Temindung ke BSB.
"Kami sedang menginventarisasi semua perlengkapan milik Temindung. Apabila masih layak dan dibutuhkan akan kami bawa ke BSB," kata Usdek.
Dia menerangkan, fasilitas pendukung di BSB sudah cukup. Misalnya ruang tunggu. Bandara bernama APT Pranoto itu memiliki empat buah ruang tunggu. Sedangkan, ruang tunggu di Bandara Temindung hanya satu plus ruang tunggu VIP.
"Empat ruang tunggu di BSB itu paling hanya digunakan satu untuk sementara," ujarnya.
Diketahui, progres pengerjaan sisi udara saat ini mencapai 70,76 persen. Dari total panjang landasan 2.250 meter, 400 meter di antaranya telah diaspal. Sementara itu, 1.700 meter dalam tahap pekerjaan lapis beton semen, sebelum diaspal.
Sementara yang masih berkutat dengan pekerjaan tanah sepanjang 150 meter. Itu terletak di stasiun 2.100-2.250 meter. Progres akhir Desember, lanjut dia, ditarget telah selesai 80 persen. Di samping pekerjaan landasan, apron juga menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim. Dari alokasi Rp 730 miliar yang dianggarkan dengan skema kontrak tahun jamak atau multi-years contract (MYC), apron 115 x 300 meter telah rampung.
Meski belum rampung 100 persen, target soft opening Bandara Samarinda Baru (BSB) pada Januari 2017, dipastikan tak meleset oleh Dishub Kaltim. Nantinya akan ada uji coba pendaratan untuk pesawat jenis ATR (Avions de Transport Regional). (roe/far/k18/fab/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
