Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Desember 2016 | 14.39 WIB

Mancing di Muara, Pria Ini Dimangsa Buaya, Jasadnya...

Kapolsek Bengalon AKP Janmanto Hasiholan (tiga kiri) memimpin pencarian warga Desa Sekerat yang hilang diduga dimangsa buaya kemarin (4/12). - Image

Kapolsek Bengalon AKP Janmanto Hasiholan (tiga kiri) memimpin pencarian warga Desa Sekerat yang hilang diduga dimangsa buaya kemarin (4/12).

JawaPos.com - Salah seorang remaja bernama Sahdam dikabarkan hilang Sabtu (3/11). warga Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, itu diduga diterkam buaya saat memancing sekitar pukul 19.30 Wita.



Hingga kini, korban belum ditemukan. Polisi dan TNI, bersama puluhan warga desa yang dipimpin langsung Kapolsek Bengalon AKP Janmanto Hasiholan, masih melakukan pencarian.



Dari informasi yang diperoleh, sebelum kejadian, korban bersama ayahnya, Bahyah (40), juga tetangganya Eko (30) dan Ucil (13), melakukan aktivitas di muara sungai PT WTI, di dekat Pantai Sekerat. Namun, Sahdam dan Ucil memisahkan diri dan memilih memancing di lokasi bekas tambak milik Gaung. 



Akan tetapi, tak hanya berjarak 2 meter, Ucil mendengar teriakan minta tolong Sahdam. Ucil melihat dia digigit buaya pada pergelangan kaki, kemudian diseret masuk ke air.



Karena takut, Ucil kemudian meminta bantuan ke Bahyah dan Eko yang sedang memasang jaring di muara sungai. Saat TKP didatangi, yang terlihat hanya satu buah jorang milik Sahdam. Karena tak kunjung ditemukan, Bahyah pun meminta bantuan warga. 



Saat dikonfirmasi, Kades Sekerat Armadin mengatakan, warga masih berupaya membantu polisi melakukan pencarian. Dimulai sejak dilaporkan hilang sekitar Sabtu (3/12) pada pukul 20.00 Wita dan berlanjut pencarian Minggu (4/12) pukul 08.00 Wita. 



“Kami punya tanggung jawab membantu pencarian,” ungkapnya.



Dia menerangkan, kejadian seperti ini sering terjadi di Desa Sekerat dan sekitar. Pasalnya, habitat buaya di kawasan ini sangat tinggi. Tidak sedikit warga jadi korban, baik mengalami luka maupun meninggal dunia. 



“Kami berharap, pemerintah bisa memberikan solusi penanganan ancaman seperti ini. Banyak nelayan takut melaut karena takut jadi mangsa buaya,” ungkapnya.



Terpisah, AKP Janmanto mengatakan, saat ini ada sembilan perahu yang dipakai untuk menyisir, yang difokuskan di Sungai WTI, Sungai Sekurau Bawah, kawasan pantai dan laut dekat TKP. Sementara itu, untuk aparat, masing-masing tujuh orang dari Polsek Bengalon dan Polairud Muara Bengalon, bersama tim dari Posal Muara Bengalon juga perusahaan sekitar.



“Kami akan terus melakukan pencarian sambil menunggu instruksi selanjutnya,” imbuhnya. (*/dns/ica/k8/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore