
Kapolsek Bengalon AKP Janmanto Hasiholan (tiga kiri) memimpin pencarian warga Desa Sekerat yang hilang diduga dimangsa buaya kemarin (4/12).
JawaPos.com - Salah seorang remaja bernama Sahdam dikabarkan hilang Sabtu (3/11). warga Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, itu diduga diterkam buaya saat memancing sekitar pukul 19.30 Wita.
Hingga kini, korban belum ditemukan. Polisi dan TNI, bersama puluhan warga desa yang dipimpin langsung Kapolsek Bengalon AKP Janmanto Hasiholan, masih melakukan pencarian.
Dari informasi yang diperoleh, sebelum kejadian, korban bersama ayahnya, Bahyah (40), juga tetangganya Eko (30) dan Ucil (13), melakukan aktivitas di muara sungai PT WTI, di dekat Pantai Sekerat. Namun, Sahdam dan Ucil memisahkan diri dan memilih memancing di lokasi bekas tambak milik Gaung.
Akan tetapi, tak hanya berjarak 2 meter, Ucil mendengar teriakan minta tolong Sahdam. Ucil melihat dia digigit buaya pada pergelangan kaki, kemudian diseret masuk ke air.
Karena takut, Ucil kemudian meminta bantuan ke Bahyah dan Eko yang sedang memasang jaring di muara sungai. Saat TKP didatangi, yang terlihat hanya satu buah jorang milik Sahdam. Karena tak kunjung ditemukan, Bahyah pun meminta bantuan warga.
Saat dikonfirmasi, Kades Sekerat Armadin mengatakan, warga masih berupaya membantu polisi melakukan pencarian. Dimulai sejak dilaporkan hilang sekitar Sabtu (3/12) pada pukul 20.00 Wita dan berlanjut pencarian Minggu (4/12) pukul 08.00 Wita.
“Kami punya tanggung jawab membantu pencarian,” ungkapnya.
Dia menerangkan, kejadian seperti ini sering terjadi di Desa Sekerat dan sekitar. Pasalnya, habitat buaya di kawasan ini sangat tinggi. Tidak sedikit warga jadi korban, baik mengalami luka maupun meninggal dunia.
“Kami berharap, pemerintah bisa memberikan solusi penanganan ancaman seperti ini. Banyak nelayan takut melaut karena takut jadi mangsa buaya,” ungkapnya.
Terpisah, AKP Janmanto mengatakan, saat ini ada sembilan perahu yang dipakai untuk menyisir, yang difokuskan di Sungai WTI, Sungai Sekurau Bawah, kawasan pantai dan laut dekat TKP. Sementara itu, untuk aparat, masing-masing tujuh orang dari Polsek Bengalon dan Polairud Muara Bengalon, bersama tim dari Posal Muara Bengalon juga perusahaan sekitar.
“Kami akan terus melakukan pencarian sambil menunggu instruksi selanjutnya,” imbuhnya. (*/dns/ica/k8/fab/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
