Selasa, 28 Mar 2017
JPG Today

Setangkai Mawar dan Ajakan Setia Pada Pasangan

Jumat, 02 Dec 2016 17:25

Relawan Baraja Foundation membagikan bunga kepada pengendara di Jl Tentara Pelajar, Kamis (1/12). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia.

Relawan Baraja Foundation membagikan bunga kepada pengendara di Jl Tentara Pelajar, Kamis (1/12). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. (Okri Riyana/Radar Cirebon/JawaPos.com)

JawaPos.com – Beberapa pemuda melakukan aksi bagi bunga mawar dan selebaran bahaya HIV/ AIDS kepada pengendara di Jalan Tentara Pelajar Kota Cirebon, Selasa (1/12). Aksi tersebut untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah virus HIV/ AIDS.

“Setia pada pasangan ya Pak.” “Setia pada pasanan ya Bu.” Begitu ajakan mereka dengan membagikan setangkai bunga mawar.

Fauzi Heiqmeuh dari Baraja Foundation mengungkapkan, kegiatan yang bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon tersebut sebagai wujud kepedulian dan peran aktif dalam pencegahan dan penaggulangan penyakit HIV/ AIDS.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan juga agar masyarakat tidak bersikap diskriminasi jika tinggal bersama ODHA (orang dengan HIV AIDS) di lingkungan sekitarnya masing-masing,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Baraja Foundation bukan hanya Baraja Coffee tapi juga dibantu dengan komunitas-komunitas lain yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi dan kesehatan. Berbagai kegiatan rutin dilakukan, salah satunya peringatan Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember.

“Kami tidak bisa bantu banyak, tapi setidaknya dengan ini bisa memberi semangat kepada ODHA dan mengedukasi masyarakat, karena yang penting itu jauhi virusnya bukan orangnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati mengatakan, dari data yang dicatat sejak 2006 hingga 2016 sebanyak 810 kasus penderita HIV/AIDS di Kota Cirebon dan luar kota Cirebon. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk itu, kata Sri, yang penting dilakukan adalah terus menerus memberikan sosialisasi dan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat.

“Kami memang belum menyentuh seluruh masyarakat Cirebon, dan berharap bukan KPA saja tapi juga masyarakat atau tokoh agama terlibat aktif dalam pencegahan dan penularan HIV/AIDS,” ujarnya. (mik/yuz/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia