Kamis, 30 Mar 2017
JPG Today

Selundupkan Sabu, Tiga WNA Malaysia Terancam 20 Tahun Penjara

Jumat, 02 Dec 2016 16:26

Ketiga terdakwa  mendengarkan dakwaan JPU di  Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis kemarin (1/12)

Ketiga terdakwa mendengarkan dakwaan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis kemarin (1/12) (Dok Lombok Pos/JPG)

JawaPos.com MATARAM— Setelah dua kali tertunda,akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Mataram menggelar sidang  terhadap tiga  terdakwa penyelundup narkotika jenis sabu  asal Malaysia.

Ketiga terdakwa  Wong Ying Ching alias Winnie, Koo Jia Jiat alias Koo dan Lesle Chung Wai Nam menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan.  

Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Husnul Raudah  menguraikan  ketiga terdakwa ditangkap di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada 7 Agustus 2016.  Mereka   kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 1,975 gram yang disimpan di celana dalam masing-masing terdakwa.

Awalnya, salah seorang terdakwa dihubungi oleh seseorang yakni Jack asal Malaysia. Laki-laki tersebut menjanjikan akan menghapus hutang terdakwa Wong  Ying Ching alias Winnie jika bersedia membawa sabu  ke Indonesia.  

Atas perintah Jack tersebut, akhirnya 1 Agustus 2016, terdakwa mengambil sabu tersebut. Terdakwa kemudian diminta  menyembunyikan sabu  itu  di dalam celana dalam masing- masing  yang sudah disiapkan. 

"Pada tanggal 7 Agustus 2016, ketiga terdakwa berangkat dari bandara Kualalumpur Malaysia menuju Lombok. Dan direncanakan, setelah tiba di Lombok sabu tersebut akan diserahkan kepada seseorang di Mataram,'' jelas Husnul, seperti ditulis Radar Lobok (Jawa Pos Group) Jum'at  (2/12).

Namun  sesampainya di BIL ketiga terdakwa ditangkap oleh pihak bea cukai Mataram  setelah sebelumnya  petugas bea cukai curiga terhadap gerak-gerik mereka.

Setelah sabu diamankan selanjutnya dilakukan uji laboraturium terhadap sempelnya.  Hasilnya bahwa sempel tersebut mengandung   metamfetamin yang termasuk narkotika golongan 1.

Perbuatan ketiga terdakwa didakwa oleh JPU melanggar pasal  112 ayat (2) UU  Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman h
ukuman  penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 8 miliar ditambah sepertiga.   

Sementara itu kuasa hukum dua terdakwa, Irfan Suryadinata ketika diwawancarai Radar Lombok mengungkapkan, dirinya mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut lantaran persidangan dilakukan di PN Mataram sementara kejadianya berada di Lombok Tengah (Loteng).

"Kami ajukan eksepsi karena sidang semestinya dilakukan di Praya dan bukan di Mataram,"ungkapnya.(crmet/nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia