Sabtu, 25 Mar 2017
JPG Today

Maling Kuras Uang di Brankas Dispenda Probolinggo

Jumat, 02 Dec 2016 14:14

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.JawaPos.com)

JawaPos.com- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo kebobolan. Diduga, aksi maling dilakukan Kamis (1/12) dini hari, sekitar pukul 01.00. Duit Rp 90 juta yang disimpan di brankas raib digondol maling. Brankas yang hanya digembok itu berada di ruang pelayanan perpajakan daerah.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, hilangnya duit itu diketahui staf kesekretariatan Handi Hariyanto. Seperti biasa, Hariyanto saat itu menyiapkan teh bagi pegawai. Namun, ketika memasuki ruang pelayanan perpajakan daerah, dia melihat ventilasi rusak. Selain itu, barang-barang di meja berantakan.

Semula, dia tidak menyadari bahwa telah terjadi pencurian. ”Saya lihat mejanya, kok berantakan. Saya berniat membereskannya,” terang Hariyanto. Namun, saat melihat brankas terbuka, Hariyanto kaget. Karena itu, dia memanggil rekannya, lalu melaporkan temuan tersebut kepada atasannya.

Dia menduga maling masuk ke ruangan itu melalui ventilasi. ”Sepertinya masuk melalui ventilasi. Sebab, ventilasinya rusak. Saya tidak mengetahui barang apa saja yang hilang. Saya tidak berani menyentuh barang apa pun saat itu,” jelasnya. Pada malam kejadian, sedikitnya ada tiga orang yang berjaga di kantor yang berlokasi di Jalan Suroyo tersebut.

Wahid Hasim, staf pembinaan dan pengendalian operasional di bagian pengembangan dan pengelolaan pasar, mengatakan bahwa duit dalam brankas itu akan disetor ke bank kemarin (1/12). Sayang, duit tersebut lebih dulu dicuri.

”Saya bagian yang mengumpulkan uang dari pasar-pasar. Rencananya, uang itu akan disetorkan. Rata-rata saya menyetor Rp 70 juta per bulan dari 34 pasar,” terangnya.

Kabid Pajak Daerah Lain, Retribusi Daerah, dan Lain-Lain Pendapatan Asep Chairul Shaleh saat ditemui di SPKT Polres Probolinggo Kota mengatakan, setelah dicek dan dihitung, duit yang hilang sekitar Rp 90 juta.

”Uangnya tidak hilang semuanya, masih ada pecahan kecil seperti Rp 50 ribu yang tidak diambil. Brankas untuk menyimpan uang memang masih manual, pakai gembok. Gemboknya ini dirusak pelaku. Besar kemungkinan pelaku lewat ventilasi,” tuturnya.

Unit Identifikasi Satreskrim Polres Probolinggo Kota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Kasatreskrim AKP Suwancono yang memimpin langsung olah TKP mengatakan, pencurian diduga terjadi dini hari, saat hujan lebat, atau sekitar pukul 01.00.

Dari olah TKP itu, diduga maling masuk melalui ventilasi. Hingga kemarin, polisi masih memeriksa sejumlah saksi. Belum dipastikan kemungkinan keterlibatan orang dalam di peristiwa tersebut. ”Kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Melihat kondisi yang ada, pelaku masuk lewat ventilasi,” ucap dia. (rpd/rf/c11/end)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia