Selasa, 24 Jan 2017
Humaniora

Pengamanan Kompleks Parlemen Diperketat

Jumat, 02 Dec 2016 13:40

sebuah kendaraan taktis milik polisi disiagakan di Gedung DPR

sebuah kendaraan taktis milik polisi disiagakan di Gedung DPR (Desyinta/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kompleks Parlemen mendapatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Dikhawatirkan, gedung tempat para wakil rakyat itu menjadi sasaran aksi 2 Desember.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk antisipasi.

"Kita antisipasi kalau ada massa yang ke sini, tidak ada pemberitahuan ke sini, tapi yang ke sini bukan massa yang sedang dzikir bersama di Monas," ujarnya saat mengecek persiapan pengamanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12).

Iriawan mengaku memang belum mengetahui apakah ada atau tidaknya massa yang menyasar Kompleks Parlemen untuk menyampaikan aspirasinya. Namun kesiapan pengamanan tetap harus dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga.

"Ada atau tidak, kita siap. Kita belum tau, karena kalau ada yang ke sini berarti di luar agenda kegiatan hari ini," sebutnya.

Kendati enggan menyebutkan berapa jumlah personel Polda Metro Jaya yang diturunkan, namun, dia mengatakan sudah cukup untuk menghadapi massa.

"Cukuplah, cukup untuk hadapi massa," tegas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri itu.

Dia mengatakan, Aksi Bela Islam bukan aksi unjuk rasa. "Nggak ada unjuk rasa, makanya kalau datang ke sini itu bukan satu kegiatan dzikir doang," pungkasnya.(dna/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia