Selasa, 24 Jan 2017
Humaniora

Amerika dan Australia Minta Warganya Hindari Demonstrasi 212

Jumat, 02 Dec 2016 13:11

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.JawaPos.com)

JawaPos.com – Sejumlah media asing mengulas pemberitaan Aksi Bela Islam pada Jumat (2/12) untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sejumlah kedutaan besar juga khawatir warganya akan terjebak dalam kerumunan massa.

Dilansir Reuters, Kementerian luar negeri Australia dan Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Jakarta mengeluarkan pemberitahuan keamanan mendesak warga untuk menghindari demonstrasi.

Lebih dari 100 ribu pengunjuk rasa diperkirakan akan memadati Aksi Bela Islam 212. Tuntutan ini ditujukan agar Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera ditangkap. Ahok ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penistaan agama.

Polisi sudah mempersiapkan gas air mata untuk menghalau massa sebagai pelajaran aksi unjuk rasa 4 November lalu. Belajar dari pengalaman demo 411 dimana satu orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka dengan tuntutan yang sama dan dilakukan oleh kelompok umat muslim.

Polisi menegaskan aksi akan berjalan damai. Polisi fokus pada pengamanan di Monas, Jakarta Pusat.

“Kami perediksi ada 100 ribu demonstran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono seperti dilansir Reuters.

“Pengamanan sudah disiapkan jadi masyarakat tidak usah khawatir. Kami harap dapat mengatasi para pengunjuk rasa,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya juga telah memasang baliho raksasa di jalan-jalan utama menyerukan persatuan nasional dan menampilkan gambar pahlawan kemerdekaan yang berperang melawan kekuasaan kolonial. Kampanye kebhinekaan juga terus menerus digaungkan beberapa pekan terakhir. (cr1/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia