Selasa, 25 Jul 2017
Sepakbola Indonesia
Indonesia Soccer Championship

Terkait Gelar Juara, Tekanan Mulai Dirasakan Pelatih Arema Cronus

Jumat, 02 Dec 2016 11:48 | editor : Agustinus Edy Pramana

Milomir Seslija berharap bisa mengatasi tekanan yang datang

Milomir Seslija berharap bisa mengatasi tekanan yang datang (Dok. Radar Malang)

JawaPos.com – Terakhir kali Milomir Seslija membawa timnya menjuarai ajang berformat liga pada 10 tahun lalu. Milo - sapaan akrabnya, mengantarkan FC Velez meraih trofi Liga Bosnia 2006. Oleh karena itu, jelang berakhirnya Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Milo diliputi perasaan harap-harap cemas.

Seperti diketahui, Arema Cronus punya peluang besar menjuarai ISC 2016. Singo Edan - julukan Arema, otomatis juara bila mampu menyapu bersih empat laga sisa. Itu dimulai saat melawat ke kandang Bali United, Sabtu (3/12).

Hanya saja, memenangkan empat laga sisa bukanlah tugas mudah. Apalagi, dua di antaranya adalah pertandingan melawan tim besar yakni Sriwijaya FC (8/12) dan Persib Bandung (17/12).

”Saya sudah bertahun-tahun menjadi pelatih. Tapi tidak pernah mendapatkan tekanan seberat saat menjadi pelatih Arema saat ini ,” beber Milo seperti dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group).

Sejak merintis karier kepelatihannya pada 2001 silam, hingga kini, sudah ada sembilan tim yang diarsiteki pelatih berusia 52 tahun tersebut. Antara lain FC Solunac (Serbia/2001-2002), FC Slavija (Bosnia/2002-2003), FC SASK Napredak (Bosnia/2004-2005), FC Velez (Bosnia/2005-2007), FC Dhofar (Oman/2007-2008), FC Seeb (Oman/2008-2009), FC Rudar (Bosnia/2009-2010), Arema Indonesia (2011-2012), dan sekarang Arema Cronus.

Momen terbaik Milo adalah saat membawa FC Velez juara Liga Bosnia 2006. Pada tahun itu, Milo juga mendapatkan penghargaan pelatih terbaik dari Bosnian Press.

Pada satu sesi wawancara, Milo pernah mengatakan bahwa soal antusiasme suporter, Indonesia lebih besar ketimbang Bosnia, maupun Oman. Di ISC 2016, pada laga-laga tertentu, jumlah penonton bisa menembus 35 ribu orang.

Akan tetapi, Milo tak ingin terbebani dengan tekanan yang mengarah pada dirinya, juga tim. Dia berusaha mengatasi tekanan itu.

”Tekanan yang membuat kami menjadi kuat. Kami selalu berbenah untuk menjadi tim yang lebih berkualitas,” imbuh Milo.
Milo menegaskan dirinya dan tim santa yakin bisa menyelesaikan ISC 2016 dengan gelar juara. Empat laga sisa bakal diakhiri dengan kemenangan dan Singo Edan menjadi juara. (adk/c1/muf/epr/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia