Jumat, 28 Jul 2017
Sepakbola Indonesia

Andik Vermansah Dirundung Duka Mendalam Jelang Hadapi Vietnam

Jumat, 02 Dec 2016 05:53 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Andik Vermansah tengah berduka karena ditinggal salah satu orang tercinta.

Andik Vermansah tengah berduka karena ditinggal salah satu orang tercinta. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Suka dan duka datang silih berganti dalam kehidupan. Hal itu yang juga dirasakan pemain sayap Timnas Indonesia, Andik Vermansah, jelang laga menghadapi Vietnam pada leg pertama babak semifinal Piala AFF 2016, Sabtu (3/12).

Sekitar sepekan lalu, atau tepatnya 23 November, Andik genap berusia 25 tahun dan sempat mendapat kejutan ulang tahun dari para penggawa Timnas Indonesia.

Dua hari setelahnya, satu gol Andik ke gawang Singapura turut membantu Skuad Garuda lolos ke babak semifinal usai keluar sebagai runner-up Grup A Piala AFF 2016.

Pulang dari Filipina sehari setelahnya, Andik pun mendapat kejutan ulang tahun dari keluarganya di kampung halaman. Kebahagiaan pemain asal klub Malaysia, Selangor FA itu semakin terasa sempurna.

Namun, malang tak dapat ditolak, pada Kamis (1/12), atau dua hari jelang laga semifinal pertama melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Sabtu (3/12), Andik mendapat berita dukacita. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu baru saja kehilangan nenek tercinta untuk selama-lamanya.

Kabar meninggalnya nenek Andik pertama kali diketahui dalam foto diunggah di Instagram pribadinya @andikvermansah. Andik mengabarkan berita itu pada Kamis (1/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Selamat jalan mbahku tercinta. Semoga amal ibadah mbah diterima Allah SWT. Lapangkan jalannya dan terangi perjalanannya Ya Allah. Amin Ya Rob,” tulis Andik dalam keterangan foto tersebut.

Andik sebenarnya ingin pulang ke Jember menghadiri pemakaman neneknya. Tapi, sang ibunda melarang disebabkan Andik masih punya tugas negara membela panji Merah Putih di seifinal Piala AFF 2016.

“Saya harus profesional. Saya memang sedih kehilangan nenek saya, tapi ini sudah pekerjaan saya. Saya tadi sempat mau minta pulang tapi dilarang oleh ibu, jadi saya di sini cukup doakan dengan baca surat Yasin,” kata Andik seperti diberitakan pojoksatu.id.

“Saya kehilangan sekali, saya banyak kenangan sama beliau. Dia dikubur di Jember. Ini sangat mepet dengan pertandingan jadi semua keluarga akan ke Jember,” lanjutnya.

Meskipun berduka, Andik tak ingin terlalu tenggelam dalam kesedihan dan ingin tetap tegar demi Indonesia. 

“Saya harus profesional. Kalau saya cetak gol, saya persembahkan untuk beliau. Semoga nenek saya bisa tenang  di alam sana dan diterima di sisi-Nya,” tandasnya. (ira/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia