Rabu, 28 Jun 2017
Finance

BI Siapkan Aturan Baru Soal GWM Averaging

Kamis, 01 Dec 2016 20:38 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JPNN)

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) berencana memberlakukan aturan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging sebagai bagian dari upaya memberikan fleksibilitas bagi perbankan dalam pemenuhan GWM.

Rencananya, aturan baru ini akan diberlakukan otoritas moneter mulai pertengahan 2017.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan  pemberlakuan GWM Averaging merupakan langkah BI untuk memberikan fleksibilitas bagi lembaga perbankan terkait kewajiban penempatan dana GWM di bank sentral.

"Tujuan pemberlakukan GWM Averaging ini adalah memberi fleksibilitas bagi bank dan di satu sisi BI akan tetap bisa mengendalikan uang beredar," ujar Mirza dalam diskusi "Arah Kebijakan Bank Indonesia 2017" di Jakarta, Kamis (1/12).

Saat ini,  BI menetapkan  GWM Primer kepada perbankan sebesar 6,5 persen, atau setiap hari bank-bank harus menempatkan dana di BI sebesar 6,5 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). 

"Kebijakan ini dilakukan Bank Indonesia sebagai langkah mengendalikan uang beredar," ujar Mirza.

Lewat kebijakan GWM Averaging, kata Mirza, selama kurun dua pekan rata-rata GWM yang ditempatkan di BI sebesar 6,5 persen. 

"Besaran dana yang ditempatkan di BI dalam setiap harinya bisa dilakukan naik turun. Asalkan rata-rata dalam dua pekan mencapai 6,5 persen," ucapnya.(nas/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia