Kamis, 23 Feb 2017
Sepakbola Indonesia

Komunitas Ini Minta Dualisme Arema Segera Diakhiri

Kamis, 01 Dec 2016 16:25

Komunitas Arek Malang berharap dualisme Arema segera diselesaikan

Komunitas Arek Malang berharap dualisme Arema segera diselesaikan (Bayu Eka Novanta/Radar Malang)

JawaPos.com - Ada yang tak biasa di Balai Kota Malang pada Rabu (30/11). Sekitar 100 orang yang mengatasnamakan Arek Malang menggelar long march dan berdemo di depan Balai Kota. Tuntutan mereka adalah meminta dualisme Arema harus segera diakhiri.

Seperti diketahui, dualisme Arema sudah terjadi sejak 2011. Semua berawal dari dualisme liga yakni Indonesia Super League (ISL) dengan Indonesia Premier League (IPL).

Setelah unifikasi liga pada 2013, dualisme seolah-seolah sudah berakhir. Tapi, pada kenyataannya, masih ada dua nama Arema yang eksis. Yakni Arema Cronus yang saat ini menjadi kontestan Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 dan Arema Indonesia yang tengah memperjuangkan pengembalian status sebagai anggota PSSI.

Bahkan, Arema Indonesia sudah membentuk tim yang beberapa kali melakoni laga uji coba. Itulah yang membuat Arek Malang resah.

Saat menggelar long march, hingga demo di depan balai kota, mereka membawa beberapa spanduk. Di antaranya "Arek Malang Bersatu demi Satu Arema".

”Kami ingin mendukung dan menyatukan Arema. Tidak ada dua Arema di sini,” tegas Doni, salah satu anggota komunitas Arek Malang seperti dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group).
 
Dalam aksinya kali ini, beberapa perwakilan Arek Malang mendapatkan kesempatan bertemu Komisi D DPRD Kota Malang. Arek Malang berharap, anggota dewan bisa menjembatani pengurus Arema Cronus dengan Arema Indonesia.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Hadi Susanto, berjanji untuk segera menindaklanjuti tuntutan Arek Malang tersebut.

”Kami tidak ingin sampai timbul gesekan,” ujar Hadi.

Semoga semua bisa diselesaikan secara arif dan bijaksana. Kepengurusan baru PSSI diharapkan bisa lebih adil dan bijak dalam menyelesaikan setiap konflik di sepak bola Indonesia. (viq/lil/c1/muf/epr/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia