Minggu, 22 Jan 2017
Sepakbola Indonesia
Indonesia Soccer Championship

Arema Cronus Waspadai Ancaman Dua Mantan

Kamis, 01 Dec 2016 12:48

Milomir Seslija mewaspadai permainan tanpa beban Bali United.

Milomir Seslija mewaspadai permainan tanpa beban Bali United. (Gesang/Malang Post)

JawaPos.com - Arema Cronus tak ingin main-main menghadapi Bali United. Meskipun secara konfigurasi klasemen terlihat unggul, tim berjuluk Singo Edan ini nyatanya mewaspadai kebangkitan calon lawannya. Apalagi, ada dua mantan pemain yang patut diwaspadai.

Hasim Kipuw dkk dari kubu Bali United dipastikan bermain tanpa beban, yang justru tipikal bermain nothing to lose dari tim seperti itu kerap membuat Arema kalang kabut.

Masih dalam hitungan hari, kala Arema terlihat kesulitan melawan PS TNI. Tim yang kini menghuni dasar klasemen, justru harus dikalahkan di menit-menit terakhir dengan dramatis. 

Di pekan sebelumnya pun, kala away ke Barito Putera, Hamka Hamzah dkk harus kalang kabut mengadang serangan balik tim asal Banjarmasin.

Alhasil, saat melawan Bali United, baik tim pelatih dan manajemen, ekstrawaspada. Mereka tidak ingin kejadian seperti pekan sebelumnya terulang dan benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin demi target tiga angka di Pulau Dewata. 

“Tanpa bermaksud meremehkan calon lawan kami, sebenarnya sangat mudah dilihat secara kasat mata. Tetapi kenyataannya, Arema sering kesulitan melawan tim seperti Bali United,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Menurutnya, anak asuh Indra Sjafri adalah tim yang tidak memiliki target apapun di turnamen ini dan justru lebih berfokus membentuk tim untuk menyongsong kompetisi resmi tahun depan. 

Sehingga, mereka tak akan terlalu mempermasalahkan bagaimana hasil pertandingan. Kecuali motivasi berlipat kala menghadapi tim sekelas Arema.

“Dari evaluasi tim kami, memang sering kesusahan justru saat melawan tim seperti itu. PS TNI adalah bukti nyatanya,” ungkapnya.

Kini, Ruddy pun berharap pemain tidak meremehkan Bali United. Apalagi, ada dua mantan pemain Arema yang secara kualitas juga sudah diketahui oleh beberapa penggawa Arema. Pemain itu adalah I Gede Sukadana dan Hasim Kipuw.

Sukadana misalnya, di pekan 30 lalu mencetak gol kemenangan Bali United atas Persegres United. Gol itu, juga menambah hasil positif timnya yang dua kali menang saat away, setelah sebelumnya mengalahkan PS TNI 4-2 di Stadion Pakansari, Bogor.

Belum lagi, pemain yang baru saja mengakhiri masa lajang 18 November itu, mencetak gol sebagai pemain pengganti. Melalui tendangan jarak jauh yang menjadi spesialisasinya. 

“Sukadana ya seperti itu, pemain Arema harus bisa antisipasi tendangan dari luar kotak penalti,” urain pria asal Madiun itu.

Senada, Pelatih Milomir Seslija juga tidak akan menganggap remeh Bali United. Catatan bagus Arema ketika dua kali bertemu, di Bali Island Cup dan Piala Bhayangkara di 2016 ini, cukup menjadi bekal tetapi pantang untuk jemawa. 

“Kami memang memiliki hasil yang bagus saat melawan mereka. Tetapi, Bali United memiliki pemain-pemain yang bagus,” ungkapnya.

Ditambah dengan melihat performa mereka yang membaik, Milo menyadari jika lawan di pekan 31 ini bisa menjadi batu sandungan.  
“Bali United bisa meningkat kemampuannya saat melawan kami. Jika sekarang saja bagus, pasti nanti bisa lebih menyusahkan lagi,” tambah pelatih asal Bosnia itu.

Mantan Direktur Teknik Barito Putera itu mengatakan, satu yang menjadi pekerjaan rumah Arema adalah melawan tim yang tanpa beban. Dia tidak ingin, ambisi Arema menjadi sulit ketika gagal meraih hasil maksimal kala melawan Bali United.

“Kami harus menunjukkan jika Arema sedang dalam atmosfir bagus dan mampu mengatasi masalah mental melawan tim yang tampil tanpa beban,” tandasnya. (ley/han/ira/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia