Sabtu, 25 Mar 2017
Metropolis

Beli Motor dengan Kertas Potongan Koran, Dimasukkan ke Amplop, Lalu…

Kamis, 01 Dec 2016 04:59

ILUSTRASI

ILUSTRASI (PIXABAY)

JawaPos.com - Wahai para pelaku bisnis jual beli kendaraan bermotor. Kini anda harus lebih hati-hati saat bertransaksi bertransaksi dengan calon pembeli. Sebab sekarang banyak modus penipuan yang dilakukan penjahat untuk menipu. Salah satunya, pelaku kejahatan yang berpura-pura sebagai pembeli akan membayar kendaraan itu dengan uang kerja potongan koran.

Itu sudah dilakukan SN, 30, yang menipu korbannya dengan membeli motor dan membayarnya menggunakan potongan kertas koran. Kertas koran itu digunting seukuran uang kertas pecahan Rp 100 ribu. Lalu gepokan potongan kertas koran itu dimasukkan ke dalam amplop tebal warna coklat seolah-olah berisi uang tunai untuk pembayaran.

Namun SN yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Kembangan sejak setahun lalu berhasil diringkus massa setelah dipergoki korbannya sendiri. SN babak belur dihajar warga Kampung Pesanggarahan RW 03 Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat yang geram dengan ulahnya.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Asmaro Bangun menjelaskan, penangkapan terhadap SN bermula tatkala Farid yang mejadi korban penipuan SN secara tak sengaja melihatnya pada Senin siang (28/11). 

Saat itu SN baru saja usai”bertransaksi” dengan warga Kampung Pesanggarahan Jakarta Barat. Seperti biasa, saat itu SN sedang menjalankan modus lamanya, yakni melakukan transaksi pembelian motor dengan tumpukan potongan kertas Koran yang dimasukkan ke dalam amplop tebal warna coklat.     

”Jadi korbannya itu melihat SN sedang mengendarai motor korban barunya. Farid yang juga korban penipuannya setahun yang lalu langsung meneriaki SN sehingga teriakan itu mengundang perhatian warga,” terang Bangun di Mapolsek Kembangan, Selasa (29/11).

Farid yang memang mempunyai daya ingatan tajam langsung meyakini kalau pria yang sedang mengendarai motor itu adalah pria yang pernah menipunya. Tanpa pikir-pikir lagi, Farid langsung berteriak-teriak nyaring, ”Maling… Maling… itu maling motor saya !”.

Farid juga langsung mengejar sambil menunjuk-nunjuk SN. Warga yang melihat langsung turut membantu pengejaran.  

Begitu tertangkap warga, SN langsung menjadi bulan-bulanan warga yang kesal. Belakangan baru terungkap, kalau  saat itu SN baru saja menipu dengan kodus yang sama. Beruntung patroli Polres Jakarta Barat yang kebetulan melintas langsung berupaya mengamankan SN yang nyaris dibakar massa.  

”Jadi saat ditangkap itu, SN juga baru saja menipu seseorang lagi dan sedang membawa kabur motor korban barunya itu,” lontar Bangun. Ia menambahkan, korban barunya SN itu bernama Slamet.

SN memang selalu mencari calon-calon korbannya di situs jual beli online seperti situs OLX. Setelah SN menghubungi calon korbannya, keduanya bersepakat bertemu di sebuah restoran di Kampung Pesanggrahan Jakarta Barat.  Seperti biasa dalam beraksi, dengan wajah yang ramah meyakinkan, SN berpura-pura hendak membeli motor Slamet, sekaligus berpura-pura menawar. 

Setelah terjadi kesepakatanSN memberikan amplop coklat tebal seperti tumpukan uang. Namun saat itu juga dia meminta BPKB dan STNK motor dengan alasan mau mencoba motornya. Ketika itulah SN membawa lari motor lengkap dengan BPKB dan STNK korban. Namun dasar sedang sial, di tengah jalan masih tak jauh dari ruimah makan itu, SN dipergoki Farid yang menjadi korbannya setahun yang lalu,

Slamet sendiri masih di rumah maken itu langsung membuka amplop coklat yang dikatakan SN sebagai uang pembayaran, namun begitu dibuka ternyata ahanya tumpukan potongan kertas koran seukuran uang pecahan Rp 100 ribu. 

Karena merasa sudah kena tipu lantaran motornya sudah dibawa SN. Ia pun langsung meminta bantuan seorang anggota Babin Kamtibmas Pospok Meruya Utara Aiptu Sandriyanto untuk membantunya mengejar SN.

”Nah kebetulan masih tak jauh dari lokasi, Slamet yang sedang berusaha mengejar SN mendapat informasi adanya maling dipukuli. Setelah dicek, ternyata pelakunya SN yang juga baru saja meipu Slamet. Saat itu juga SN diamankn ke Mapoolsek Kembangan untuk diproses hukum. Barang bukti yang kami sita adalah motor korban Slamet  jenis Yamaha Mio B 3867 SRA warna merah, berikut  STNK dan BPKB asli, serta satu amplop berisi kertas Koran,” pungkasnya. (ind /ibl)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia