Kamis, 24 Aug 2017
JPG Today

Keraton Kanoman Gelar Tradisi Tawurji di Rebo Wekasan

| editor : 

Sultan Kanoman (tengah) hendak melempar uang tawurji kepada seluruh warga yang sudag berkumpul di halaman keraton kanoman, kemarin.

Sultan Kanoman (tengah) hendak melempar uang tawurji kepada seluruh warga yang sudag berkumpul di halaman keraton kanoman, kemarin. (Okri Riyana/Radar Cirebon/JawaPos.com)

JawaPos.com - Keraton Kanoman Cirebon menggelar tradisi tawurji dengan membagikan uang bagi masyarakat kurang mampu, Rabu (30/11). Ibu-ibu, bapak-bapak, remaja hingga anak-anak berebut uang koin yang ditawur atau ditabur keluarga keraton sebagai ungkapan syukur.

Mereka rela berdesak-desakan, bahkan tertindih. Meski demikian, hampir seluruh warga menikmati tradisi itu dengan tertawa dan senang gembira.

Juru Bicara Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina mengatakan, Keraton Kanoman Cirebon menggelar tradisi tawurji sebagai ungkapan rasa syukur dan melestarikan budaya lokal setiap rabu terakhir di bulan Safar atau biasa dikenal dengan istilah Rebo Wekasan.

"Keluarga keraton Kanoman membagikan uang receh kemudian disawerkan kepada masyarakat yang sudah berkumpul. Kami berupaya untuk bisa berbagi rezeki kepada sesama," ujarnya.

Dijelaskan Arimbi,  tradisi tawurji merupakan budaya peninggalan para raja terdahulu. Ceritanya, dulu pada bulan Safar, ada wabah penyakit yang menyerang Cirebon. Para raja bersedekah dengan uang koin yang disebar dan ditabur pada ratusan warga.

Warga suka cita mengambil uang koin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Wabah tersebut kemudian perlahan menghilang. “Kami niatkan sebagai syukuran dan sedekah kepada para warga. Tradisi ini sudah lama dan kami coba mempertahankan sebagai kearifan lokal Cirebon," tuturnya.

Sementara Rustami, salah satu warga mengaku senang karena tradisi tawurji masih lestari di lingkungan Keraton Kanoman. Ketika bulan Safar, dia dan warga lainnya berkumpul mencari berkah bulan tersebut.

"Ya saya tiap tahun selalu ke sini ikut tawurji, cari berkah juga," kata warga Kesambi, Cirebon, itu. (mik/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia