Senin, 24 Jul 2017
JPG Today

Ayah Bayi Kembar Siam Bingung Biaya Operasi Pemisahan

Kamis, 01 Dec 2016 05:08 | editor : Yusuf Asyari

Dua bayi perempuan yang kembar siam, kemarin (30/11) dirawat di RS dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sampai tadi malam, dua bayi perempuan itu masih kritis.

Dua bayi perempuan yang kembar siam, kemarin (30/11) dirawat di RS dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sampai tadi malam, dua bayi perempuan itu masih kritis. (Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya/JawaPos.com)

JawaPos.com – Kondisi dua bayi kembar siam, Fatimahtuh Zahra dan Fatimatun Nisa, masih kritis, kemarin (30/11). Keduanya mendapat penanganan medis di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Bayi kembar perempuan itu merupakan anak dari pasangan Khaeruman (44) dan Erni (34), warga Sukahurip Desas Madyasari Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya.

Khaeruman mengatakan, saat istrinya hamil memang sudah diketahui bahwa bayi yang dikandung adalah kembar. Namun, dia kaget karena saat lahir kondisi bayi kembar itu dempet dibagian dada dan perut. “Memang suka periksa dan sudah tahu akan kembar,” ungkapnya dilansir Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).

Bayi tersebut lahir Selasa (29/11) pukul 12.30 di rumah Khaeruman tanpa bantuan medis karena lahir secara mendadak, meskipun usia kehamilannya sudah matang. Bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Cineam dan dirujuk ke RSUD dr Soekardjo sore harinya.

Khaeruman mengaku bingung soal biaya untuk mengoperasi anak kembarnya itu, mengingat dia hanya seorang buruh jahit. Terlebih 4 bulan terakhir dia tidak bisa bekerja karena kakinya mengalami cidera setelah terjatuh dari sepeda motor. “Bingung saya juga kalau soal biaya, belum terbayang,” terangnya.

Dia berharap besar ada pihak yang membantunya untuk mencukupi kebutuhan biaya operasi yang tentu tidak murah, baik itu dari pemerintah maupun para dermawan. Karena dia ingin anak ketiga dan keempatnya itu bisa terselamatkan dan hidup secara normal seperti kakak-kakaknya.

Dokter Mahbub Muhammady SPa MKes yang menangani bayi kembar siam mengatakan kondisi bayi mengalami sesak napas karena kakurangan oksigen saat lahir yang dalam bahasa medis dia sebut asfiksia. Hal itu membuat kedua bayi masih sangat lemah dan disimpan di tabung inkubator di ruang NICU RSUD dr Soekardjo.

Ditanya soal organ dalam tubuh kedua bayi, analisis Mahbub masing-masing bayi memiliki jantung. Namun untuk organ dalam lainnya belum bisa dipastikan karena perlu pemeriksaan lebih lanjut. “Tapi untuk tali pusar hanya ada satu,” terangnya.

Pihak RSUD sudah melakukan koordinasi dengan RS Hasan Sadikin yang punya kapasitas untuk melakukan operasi pemisahan. Soal peluang keselamatan keduanya, dia masih belum bisa memastikan melihat kondisi bayi dengan total berat 3 kg itu masih kritis. “Kondisinya sekarang masih kritis dan distabilisasi di ruang NICU,” katanya.

Khaeruman mengaku memiliki kartu Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk bisa meringankan pembiayaan operasi kedua buah hatinya. Namun Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo dr Budi Tirmadi mengatakan belum mengkonfirmasi secara pasti kepemilikan kartu itu, karena informasi yang dia dapat, kartu itu milik orang tua Khaeruman.

Sampai pukul 21.30 WIB, Fatimahtuh Zahra dan Fatimatun Nisa masih berada di ruang NICU RSUD dr Soekardjo dan ditunggui oleh keluarga Khaeruman. (rga/yuz/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia