Kamis, 24 Aug 2017
JPG Today

Sebelum Terbongkar, Ayu Bersikukuh Tidak Mengetahui Keberadaan Sahabatnya

| editor : 

Ayu Permata Sari (baju kuning), pelaku pembunuhan sadis terhadap sahabatnya saat diperiksa di Satreskrim Polres Solok Kota

Ayu Permata Sari (baju kuning), pelaku pembunuhan sadis terhadap sahabatnya saat diperiksa di Satreskrim Polres Solok Kota (Riki Chandra/Padang Ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com SOLOK - Ayu Permata Sari, pelaku pembunuhan sadis terhadap sahabatnya, Neli Agustin di Kandangaur, Kelurahan Simpangrumbio, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok, Sumbar benar-benar berdarah dingin.

Pasalnya sebelum kejahatannya itu terbongkar, Ayu sempat didatangai orang tua korban yang menanyakan dimana keberadaan anaknya.

Kala itu Ayu bersikukuh tidak tahu dan ikut menemani orang tua Neli mencari sahabatnya itu. (baca: Sadis! Ayu Mengubur Sahabatnya Sendiri di Samping Tempat Tidur)

“Padahal pada Sabtu (26/11) sore, keluarga kami telah datang ke rumah pelaku (Ayu) mencari kabar tentang keberadaan almarhumah. Pelaku bersikukuh tidak tahu. Malah dengan wajah seolah ikut peduli, pelaku mengatakan akan ikut mencari,” beber Sudirman (42), paman Neli.

Selaku mamak (paman) korban, Sudirman meminta polisi memberikan hukuman setimpal terhadap pelaku.

Dia menilai perbuatan pelaku sangat keji, tidak berperikemanusiaan. Dia pun berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

Neli meninggal sejak Jumat (25/11) sekitar pukul 12.30. Neli tewas dibunuh sahabat karibnya, Ayu Permata Sari dengan cara sadis.

Pada Senin (28/11) dini hari, jajaran Polres Solok Kota datang mengabarkan kalau Neli ditemukan jadi mayat di sebuah rumah di kawasan Kandangaur, Kelurahan Simpangrumbio, Kecamatan Tanjungharapan, Kota Solok.

Tidak hanya itu, korban pun dikubur di samping tempat tidur pelaku.

Sementara itu, Rabu Kemarin (30/11), tersangka menjalani pemeriksaan di Polres Solok Kota.

Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP R Natun mengatakan, tersangka Ayu Permata Sari dijerat Pasal 33 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Saat ini kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana. Sebab, di dalam kamar sudah ada linggis yang digunakan untuk membunuh korban,” kata R Natun. (atn/iil/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia