Rabu, 29 Mar 2017
JPG Today

Simak Nih! Jumlah IRT Terjangkit HIV/AIDS Lebih Tinggi dari PSK

Tiga Balita Positif HIV/AIDS

Kamis, 01 Dec 2016 04:34

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebanyak tiga balita di Kalimantan Tengah (Kalteng) positif terkena HIV AIDS. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalteng.

Sekretaris KPA Kalteng William Katopo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan survei sampai ke daerah-daerah terpencil di Kalteng. Ketiga balita tersebut ada di sekitar Timpah, Kapuas.

“Yang terjangkau oleh kita ya ada tiga balita yang terjangkit HIV AIDS ini di daerah pedalaman-pedalaman,” ungkapnya dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Kamis (1/12).

William menjelaskan, terjngkitnya ketiga balita tersebut oleh penyakit HIV AIDS ini bisa saja karena Air Susu Ibu (ASI) balita tersebut, saat proses kehamilan, ataupun persalinan. 

“Mungkin saja indikasinya seperti itu dan sang ibu tidak menyadari bahwa dirinya terjangkit HIV AIDS,” katanya.

Menurut dia, pencegahan yang dapat dilakukan ialah pada saat ibu hamil wajib memeriksakan kehamilan dengan melakukan cek HIV AIDS di puskesmas-puskesmas. Jangan sampai bayi yang dilahirkan tersebut sudah positif terjangkit juga.

“Wajib tes HIV AIDS untuk ibu hamil agar tahu, jangan sampai bayinya terpapar HIV AIDS,” imbaunya.

Secara keseluruhan untuk Kalteng sendiri, lanjutnya, ada sekitar 810 terkena HIV AIDS dengan sebaran yang paling banyak ialah Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur (Kotim), dan Kotawaringin Barat (Kobar), Katingan, Muara Teweh dan juga Kapuas. 

“Ini jumlah komulatif dari tahun 2015 sampai 2016 yang tersebar di semua wilayah di Kalteng,” ujarnya.

William menambahkan, kecenderungan orang-orang yang terjangkit HIV AIDS ini tersembunyi, dan tidak berobat serta tidak melaporkan dirinya. Bahkan ada yang baru sadar setelah tujuh tahun terjangkit baru mengetahuinya.

“Dari jangkauan yang kita lakukan kita jaring rata-rata dari mereka yang terjangkit HIV AIDS-nya di stadium tiga dan empat,” terangnya.

Istri Rumah Tangga (IRT), lanjut dia, merupakan yang paling banyak terjangkit HIV AIDS, yakni sekitar 19,4 persen. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang hanya 7,4 persen.

“IRT masih memegang peranan yang cukup tinggi akan terjangkitnya HIV AIDS ini, bukan ibu-ibu sebagai pelaku di sini, namun harus di pertanyakan adalah terjangkit oleh siapa, dan otomatis itu ada Bapak Rumah tangga yang berpotensi sebagai pelakunya,” jelas William.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengingatkan semua pihak untuk menjauhi pergaulan bebas dan narkoba. Sebab, hal itu salah satu yang paling berpotensi terjangkitnya HIV AIDS ini.

“Agar pemuda-pemudi kita menjauhi narkoba dan penggunaan jarum suntik yang beresiko terjangkit HIV AIDS, begitu pula dengan semua Aparatur Sipil Negara (ASN),” imbau Sugianto. (ari/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia