Jawa Pos Logo

1 Desember, Ketua DPRD Papua: Jangan Kibarkan Bendera Bintang Kejora

JawaPos.com - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyebutkan, peringatan 1 Desember selalu menjadi momen yang ditakutkan atau dikhawatirkan masyarakat. Yunus Wonda berharap masyarakat tidak terlalu pancing dan terprovokasi dengan suasana yang ada.

“Banyak isu yang beredar diluar yang menyebutkan ada terjadi hal-hal yang berdampak lebih dimasyarakat. Saya harap masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut,” ungkapnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/11) sebagaimana dilansir dari Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group).

Ia pun meminta agar 1 Desember tidak ditanggapi secara ekstrim apalagi sampai terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Yunus Wonda meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

“Mungkin ada kelompok lain ingin melakukan ibadah bersama, itu dipersilakan saja. Karena tentu tidak ada satupun orang yang mempunyai hak untuk  melarang jika mau beribadah saat itu. Saya hanya minta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak menaikkan bendera bintang kejora pada 1 Desember, sehingga nantinya tidak ada konflik antara aparat dan rakyat di Papua,” pintanya.

Selain itu pihaknya meminta untuk tidak boleh terjadi benturan antara aparat keamanan dengan masyarakat. Karena ketika itu terjadi akan panjang persoalannya dan akan terjadi pertumpahan darah tentunya.

“Kita juga sampaikan kepada aparat TNI dan Polri agar mengarahkan dengan baik jika memang ada rakyat Papua ingin melakukan ibadah bersama. Jangan sampai ada konflik. Ingat paling penting di sini tidak perlu ada pengibaran bendera bintang kejora tentunya,” pungkasnya.


BERITA LAINNYA