Selasa, 24 Jan 2017
Hankam

Ketimbang 2 Desember, Buruh Lebih Baik Berdemo di Hari Lain

Kamis, 01 Dec 2016 01:47

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan (Dok JPNN)

JawaPos.com - Massa dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar zikir dan doa bersama di Monumen Nasional. Aksi yang digelar pada 2 Desember ini disebut sebagai aksi super damai.

Di saat bersamaan, ribuan massa serikat pekerja juga berencana menggelar aksi demo di depan Istana dan Balai Kota DKI Jakarta. Polri mengimbau, agar massa buruh menunda aksinya di lain waktu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah demo buruh tetap akan digelar atau tidak. Secara pribadi, Iriawan berharap demo serikat pekerja itu ditunda.

"Belum pasti (buruh akan demo 2 Desember), karena akan bergabung dengan massa juga ya. Kan lain ya, kalau buruh kan (menuntut penghapusan) PP 78. Kalau ini doa bersama," ujar Iriawan usai menggelar pertemuan tertutup di Polda Metro Jaya, Rabu (30/11) malam.

Iriawan berkata, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus serikat pekerja yang berencana menggelar demo pada 2 Desember.

"Kami juga bertemu dengan temen buruh kalau mereka sepakat tak turun ke jalan.  Hari biasa kan lebih bagus agar pengamanan dan pelayanan (Polri) bisa menjadi lebih fokus," ucap dia.

Kendati begitu, Polri masih belum menerima sikap pasti dari para buruh terkait rencana demo ini. Iriawan berharap, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal segera mengeluarkan pernyataan terkait sikapnya besok.

"Buruh akan komunikasi dengan kawan-kawannya. Mudah-mudahan Pak Said Iqbal mau nurut. Dia maunya (demo) ke Balai Kota. Ini masih dibicarakan dengan temannya," kata Iriawan.

Di lokasi yang sama, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana menyatakan pihaknya siap membantu Polri mengamankan kegiatan zikir dan doa bersama pada 2 Desember nanti.

"Yang pertama, tidak ada istilah aksi-aksi, kemudian jangan ada yang memaksakan kehendak. TNI pasti akan membantu semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan oleh Polda," ujar Teddy.

Namun Teddy enggan membeberkan berapa kekuatan TNI yang bakal diturunkan untuk membantu Polri mengamankan kegiatan tersebut. Dia menyatakan, bahwa kekuatan telah disiapkan secukupnya.

"Kita lihat besok pagi, kan kita apel kekuatan di sana (Monas), pengecekan kekuatan, kan untuk menghadapi tanggal 2, ya itu perkembangannya," tukas dia. (elf/JPG)

 TOP
©2016 PT Jawa Pos Group Multimedia