Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
JPG Today

Tenggelam Saat Memancing, Tiga Hari Belum Ditemukan

Kamis, 01 Dec 2016 00:38 | editor : Fadhil Al Birra

Tim SAR Kalbar masih mencari Zulkarnaen di Sungai Kapuas kawasan Gang Bambu, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya.

Tim SAR Kalbar masih mencari Zulkarnaen di Sungai Kapuas kawasan Gang Bambu, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya. (Zainudin/Rakyat Kalbar)

JawaPos.com - Pencarian tim SAR dan Polair selama tiga hari belum juga membuahkan hasil. Mereka mencari Zulkarnain alias Andi yang tenggelam di Sungai Kapuas kawasan Gang Bambu, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya.

“Sulit ditemukan, mungkin titik kejadiannya tidak pasti dan pengaruh arus. Selama tiga hari ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban,” kata Slamet Riyandi, Kepala Badan SAR Kalbar, sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (1/12).

Petugas tidak hanya mengarungi permukaan sungai. Bahkan ada juga yang menyelam di sekitar lokasi Zulkarnaen tenggelam. Tim SAR menurunkan enam anggotanya menggunakan tiga unit speedboat. Belum termasuk Polair, Polsek Sungai Raya dan warga.

“Kalau sampai saat ini masih belum ditemukan, maka akan dilanjutkan secara pemantauan,” ujar Slamet.

Bahkan tim SAR dan petugas lainnya menggeser tongkang atau pontoon tempat Zulkarnaen tenggelam. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.

Zulkarnaen alias Andi merupakan warga Jawai, Sambas. Pria 25 tahun itu tenggelam di Sungai Kapuas, Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (27/11) pukul 15.00.

Zulkarnaen tak sendiri, dia bersama rekannya, Edo. Dia dan Edo memancing menggunakan sampan. Kedua pemuda itu mendayung sampan menuju tongkang atau pontoon di seberang sungai.

Di seberang sungai, sampan mereka tambat di samping tongkang. Baru setengah jam mancing, kedua pemuda tersebut menuai petaka. Sampan yang mereka karam dan hanyut terbawa arus ke dalam tongkang. 

Edo berenang melawan arus yang kencang. Sementara Zulkarnaen sudah menghilang dari permukaan sungai beserta sampan yang digunakannya. Diduga dia terseret masuk ke bawah tongkang.

Samsiar, ayah Zulkarnaen mengatakan, seminggu yang lalu dia pulang ke Jawai. Hanya mampir satu malam di rumah orang tuanya, alumni Politeknik Pontianak (Polnep) itu kembali ke Pontianak. 

“Semenjak itu saya tidak ada kontak sama sekali. Setelah mendengar kabar dari keluarga, bahwa Zulkarnaen mendapat musibah, saya dan istri langsung berangkat ke Pontianak,” kata Samsiar.

Lain halnya dengan Arbuna, ibu Zulkarnaen. Dia selalu terkenang dengan putranya. “Zulkarnaen itu orangnya lucu, baik, ramah, suka bergurau sama orang tua dan teman-temannya. Zulkarnaen anak kelima dari enam bersaudara,” kata Arbuna. (din/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia