Jawa Pos Logo

Waduh, Tindakan Presiden Bikin Suara Parlemen Terpecah

JawaPos.com  – Pernyataan Park Geun-hye sukses membuat suara parlemen yang kontra Park terbelah. Pada Selasa (29/11) presiden Korea Selatan (Korsel) tersebut mengungkapkan keinginannya untuk mundur. Tapi, parlemen yang harus menentukan waktu dan caranya. Sekitar 40 legislator Partai Saenuri yang sebelumnya mendukung oposisi untuk memakzulkan Park kini berubah pikiran.

Puluhan anggota parlemen itu kini memilih memberikan kesempatan kepada Park untuk mundur setelah ada kesepakatan dari parlemen. Di lain pihak, oposisi bersikukuh untuk tetap memakzulkan Park pada Jumat (2/12). ’’Satu-satunya cara yang tersisa adalah melakukan pemakzulan berdasar konstitusi yang ada,’’ tegas Choo Mi-ae, pemimpin Partai Demokratik, kemarin (30/12).

Pengambilan suara untuk pemakzulan Park sudah mereka tentukan. Yakni, besok (2/12). Jika upaya itu gagal, opisisi akan memikirkan ulang langkahnya. Mereka memang tidak bisa berbuat banyak. Jumlah mereka hanya 172 orang. Padahal, mereka membutuhkan 200 suara dari total 300 anggota parlemen. Karena itu, mereka harus mengajak sebagian anggota Saenuri, partai yang dulu mengusung Park, untuk mendukung pemakzulan.

Oposisi hanya punya waktu hingga 9 Desember jika ingin memakzulkan Park tahun ini. Sebab, setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi persidangan di parlemen hingga tahun depan.

Peluang oposisi untuk memakzulkan Park memang kian tipis. Sebab, sekitar 40 legislator Saenuri yang sebelumnya mendukung pemakzulan juga telah berkumpul dan mencapai kesepakatan. Yaitu, mereka akan membiarkan Park mengundurkan diri. Mereka memberikan waktu kepada Park hingga 8 Desember untuk mengajukan proposal pengunduran diri.

Jika tidak, mereka akan kembali bergabung dengan oposisi untuk memakzulkan Park pada 9 Desember. Park juga harus memberikan kuasa kepada Perdana Menteri (PM) Hwang Kyo-ahn untuk membentuk kabinet koalisi yang baru.


BERITA LAINNYA