Kamis, 30 Mar 2017
JPG Today

Edarkan Sabu di Tambang Emas, Dua Pelaku Dibekuk

Rabu, 30 Nov 2016 23:54

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Peredaran narkotika makin menggila. Bukan hanya di perkotaan, kini barang haram itu sudah menyebar hingga perdesaan terpencil. Hal itu dibuktikan tangkapan Sat Narkoba Polres Kapuas, yang berhasil meringkus dua pengedar sabu bagi para penambang emas ilegal.

Budi Supriyono (28) dan Pepen (33), kedua pengedar ini dibekuk di Desa Bajuh Jalan Lintas Pujon - Sei Hanyu dan Jalan LG Desa Bajuh, Kecamatan Kapuas Tengah, Minggu (27/11).

Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti narkotika dan perlengkapan sabu. Kini mereka telah meringkuk dalam sel tahanan Polres Kapuas.

Dari tangan tersangka Budi, polisi menyita satu paket sabu seberat 1,10 gram, dompet coklat, bong, pipet kaca berisi kristal bening diduga shabu, dua sedotan plastik dan uang pecahan kertas Rp 100 ribu.

Sementara dari Pepen disita dua paket sabu berat 4,00 gram, telepon seluler Nokia, uang Rp 1.100.000, dompet coklat, satu pack klip plastik, gunting dan pipet kaca.

Kasat Narkoba Polres Kapuas AKP Winarko Kisworo mengatakan, pelaku merupakan target tangkapan. Mereka mengedarkan barang haram ke para penambang emas ilegal. 

“Kita bekuk dua pengedar. Sudah berstatus tersangka dan dikembangkan,” tegasnya dikutip dari Radar Palangka (Jawa Pos Group), Rabu (30/11).

“Jadi ditangkap dahulu Budi lalu diinterogasi dan kemudian diamankan Pepen,” sambungnya.

Perwira menengah Polri ini menambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan itu tersangka dikenakan pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 8 Miliar rupiah.

”Tiada ampun pokoknya,” tegas Winarko. (daq/vin/gus/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia