Kamis, 27 Apr 2017
Politik

Gerindra: Mudah-mudahan Ini Pergantian Pimpinan Terakhir

Rabu, 30 Nov 2016 23:08 | editor : admin

Ilustrasi

Ilustrasi (dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Rapat paripurna DPR menyetujui keputusan Partai Golkar untuk mengganti pucuk pimpinan lembaga legislatif itu dari Ade Komarudin ke Setya Novanto. Namun, Fraksi Partai Gerindra berharap itu adalah pergantian pimpinan DPR terakhir pada periode 2014-2019.

"Ada satu hal yang perlu kami sampaikan kepada pimpinan dan kepada seluruh anggota yang terhormat yang hadir pada siang hari ini. Kami berharap bahwa mudah-mudahan ini adalah pergantian yang terakhir dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia," ujar juru bicara Fraksi Gerindra Supratman Andi Atgas dalam rapat paripurna DPR, Rabu (30/11).

Dia menginginkan agar kedepannya kinerja DPR di bidang legislasi, pengawasan, maupun anggaran betul-berpihak kepada rakyat.

"Mulai saat ini kita harus berhenti untuk saling bertikai sekaligus dalam rangka meningkatkan kinerja kita dalam rangka mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

"Itu harapan kami dari Partai Gerindra dalam rangka stabilitas politik, dalam rangka pembangunan yang akan datang," pungkas Supratman.

Sebagaiamana diketahui, pada 16 Desember 2015, Setya Novanto mengundurkan diri sebagi ketua DPR. Keputusan itu diambil ketika Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar sidang putusan untuk menjatuhkan sanksi kepada Setnov karena diduga melanggar kode etik.

Dia dilaporkan Menteri ESDM kala itu, Sudirman Said dengan bukti sebuah rekaman hasil penyadapan bahwa Setnov diduga mencatut nama presiden Joko Widodo dalam perpanjangan kontrak PT Freeport atau yang dikenal "Papa Minta Saham".

Usai mengundurkan diri, Partai Golkar menunjuk Ade Komarudin sebagai pengganti Setnov yang kala itu menjabat ketua Fraksi.

Namun, pada pekan lalu, rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan untuk mengembalikan jabatan Setnov lantaran adanya keputusan MK yang menyebut barang bukti berupa hasil penyadapan tidak sah. Juga, adanya keptusan MKD untuk memulihkan nama baik legislator dapil NTT itu.(dna/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia