Sabtu, 29 Apr 2017
Sepakbola Dunia

Tragedi Chapecoense Menyadarkan Betapa Berharganya Kebersamaan

Rabu, 30 Nov 2016 22:17 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Kebersamaan itu kini tinggal kenangan yang terukir indah

Kebersamaan itu kini tinggal kenangan yang terukir indah (Twitter Bruno Galvao)

JawaPos.com - Tragedi yang merenggut nyawa nyaris seluruh skuat Chapecoense seakan menyadarkan betapa berharganya kebersamaan. Hal inilah yang dirasakan oleh Bek Chapecoense yang tak ikut dalam rombongan, Rafael Lima.

Seakan masih tak percaya memang kejadian yang menyelimuti awan hitam sepak bola dunia itu. Bukan tanpa alasan, beberapa hari sebelum kejadian itu, ada ingar-bingar yang tercipta setelah Chapecoense lolos untuk kali pertama ke final Copa Sundamericana.

Perasaan itulah yang dirasakan oleh Lima. Dia adalah salah satu yang tak melakukan perjalanan karena kehilangan tempatnya musim ini.

"Saya membela klub ini sejak Serie-C dan saya adalah kapten selama empat musim berturut-turut. Pada 2016, saya keholagan kerja saya dan padahal saya sanga ingin pergi ke Kolombia," kata Lima dikutip The Sun.

Tentu, kejadian ini sangat memukulnya. Padahal, baru beberapa hari lalu dia menikmati kebersamaan bersama rekan-rekannya itu.

"Entah, saya tak bisa banyak bicara. Ini seperti mengingatkan kalau sangat berharganya kebersamaan oleh siapapun. Sayangnya, saudara, dan teman kita semua meninggalkan kami lebih dahulu," ungkap dia.

Lima sendiri bergabung bersama ribuan penggemar Chapecoense di Arena Conda untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah mencatat sejarah hebat untuk klub.

"Saya bingung, saya bernapas dan akan terbangun besok dengan perasaan lain. Hari ini, sepak bola adalah benar-benar tidak penting. Kami berduka karena kehilangan banyak teman dan saudara," tandas dia. (ies/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia