Jawa Pos Logo

 KPK Usut Aliran Dana dari Pengusaha Konsorsium Proyek E-KTP

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan adanya keterlibatan perusahaan konsorsium dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun 2011-2012. Hal itu salah satunya dilakukan melalui pemeriksaan terhadap pengusaha bernama Andi Agustinus.

"Diperiksa sebagai saksi S (Sugiharto), pengusaha yang diduga ada aliran dananya dalam konsorsium proyek E-KTP," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Rabu (30/11).

Nama Andi Agustinus alias Andi Narogong pernah disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan pengacaranya, Elza Syarief. Menurut dokumen yang dibagi-bagikan Elza pada September 2013, panitia tender beberapa kali menerima uang dari pengusaha Andi Narogong dan konsorsium pada Februari 2011.

Dokumen itu juga menyebutkan Andi memberikan uang sebesar Rp 10 miliar kepada Irman sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil pada Juli 2010. Andi juga disebutkan mengantar uang ke lantai 12 Gedung DPR untuk dibagikan ke pimpinan Komisi II dan anggota Badan Anggaran (Banggar) Komisi II dan pimpinan Banggar sebesar 4 juta dollar AS.

Pada April 2014 lalu, KPK juga pernah menggeledah rumah Andi Agustinus di Central Park Beverly Hills, Kota Wisata Cibubur, Jakarta.

Menurut Yuyuk, dalam pemeriksaan hari ini, penyidik juga mengkonfirmasi adanya dugaan soal aliran dana itu kepada Andi.


BERITA LAINNYA