Sabtu, 29 Apr 2017
Basket

Kiat Timnas Basket Indonesia Antisipasi Kejenuhan Saat TC di Batam

Rabu, 30 Nov 2016 21:49 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Timnas Basket Putra menjalani latihan kebugaran.

Timnas Basket Putra menjalani latihan kebugaran. (OCTO/BATAM POS)

JawaPos.com - Timnas basket putra Indonesia yang saat ini sedang menjalani Training Center (TC) di Batam semakin intensif menjalani pola latihannya guna persiapan menjelang SEA Games 2017 Malaysia.

Tak hanya berlatih di lapangan, timnas juga menjalani latihan di pusat kebugaran. Dalam olahraga basket ada dua metode latihan fisik. Pertama adalah latihan daya tahan otot di tempat pusat kebugaran atau tempat fitnes, kedua adalah latihan kelincahan dan kecepatan di lapangan. 

"Kedua latihan ini merupakan fundamental penting yang harus dimiliki seorang pebasket," ujar pelatih timnas basket putra, Wahyu Widayat Jati kepada Batam Pos di Celebrity Fitnes Kepri Mall, Selasa (29/11).

Latihan daya tahan otot di tempat fitnes bertujuan untuk menguatkan kekuatan otot pemain timnas. Latihan di tempat fitnes ini dilakukan sekali dalam tiga hari. "Supaya pemain juga tidak jenuh latihan di lapangan," kata Wahyu.

Sementara itu, pelatih fisik timnas, Prasetyo Tri Utomo mengatakan, untuk latihan daya tahan otot ada beberapa menu porsi latihan beban. 

Seperti latihan angkat beban yang bertujuan menstabilkan bahu dan menguatkan kekuatan tulang belakang dalam kontak fisik. Squat jump untuk memperkuat kaki untuk melakukan lompatan pada jump shot, slamdunk dan defensive/offensive rebound.

"Selain itu juga kami berikan latihan seperti push up dan sit up untuk memperkuat otot lengan dan perut," jelas Prasetyo.

Tentu saja setiap latihan harus dilakukan dengan benar dan diawali dengan proses peregangan dan pemanasan untuk menghindari cedera. "Setiap memulai latihan, kita adakan proses peregangan dan pemanasan," tutur Prasetyo.

Latihan peregangan, fleksibiltas, daya tahan, dan kekuatan otot merupakan bagian penting dalam semua jenis olahraga aerobik seperti bola basket. "Ketika kita kelelahan, shooting akan sering gagal, free-throw meleset, defense dan rebound kita akan melemah," papar Prasetyo. 

Padahal aspek-aspek dalam latihan tersebut merupakan syarat untuk memenangkan pertandingan. 

"Jika kita ingin mempunyai tim yang cepat dalam melakukan full-court press dan fast-break, kita harus berada dalam kondisi fisik yang prima, dengan begitu kita mungkin dapat memenangkan pertandingan melawan tim yang lebih bertalenta dengan cara membuat mereka kelelahan," pungkas Prasetyo. (cr16/ira/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia