Jawa Pos Logo

Akhir Tragis 4 Lelaki Korban Pemerasan Webcam Seks

JawaPos.com – Hidup empat lelaki Inggris ini berakhir tragis. Mereka sama-sama memilih bunuh diri setelah menjadi korban pemerasan berkonten seksual via online. Insiden itu pun mematik polisi Inggris untuk memberikan perhatian lebih atas penipuan yang marak terjadi.

Pasalnya, angka orang yang melaporkan diri sebagai korban pemerasan kamera web (webcam) naik dua kali lipat. Dari 385 pada 2015, menjadi 864 sampai November 2016. Badan Kriminal Nasional (NCA) Inggris bahkan memperkirakan angkanya jauh lebih besar karena tidak semua korban melapor. ”Peningkatan angka ini sudah dalam tahap mencemaskan,” ujar Dewan Kepala Kepolisian Nasional Inggris.

Pelapor adalah korban pemerasan dimana pelaku memalsukan identitas mereka untuk berteman dengan para korban. Setelah dekat, pelaku akan meminta korban memeragakan adegan seksual atau memuaskan diri sendiri di depan webcam mereka.

Tanpa disadari korban, pelaku akan merekam semua kegiatan seksual itu dan mengancam akan membagikan rekaman atau foto tidak pantasn itu kepada teman atau keluarga. Agar hal tersebut tidak dilakukan, pelaku akan meminta uang tunai.

Dipaparkan NCA, 95 persen korban adalah lelaki atau remaja pria. Korban berusia antara 14-82 tahun, dengan proporsi terbesar berusia 21-30 tahun. Salah seorang korban yang bunuh diri adalah Ronan Hughes.

Remaja 17 tahun itu memilih mengakhiri hidupnya pada Juni 2015 setelah dikerjain oleh pelaku pemerasan. Mereka memasang foto tidak senonoh Ronan di jejaring sosial. ”Ini terjadi karena korban merasa takut atau malu. Namun, para pelaku kejahatan itu memang berharap korban takut dan malu sehingga mau membayar sejumlah uang,” ujar Roy Sinclair dari NCA.(BBC/tia)


BERITA LAINNYA