Kamis, 30 Mar 2017
Hukum

Anggap Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Sidang, La Nyalla Ajukan Pembelaan

Rabu, 30 Nov 2016 20:30

La Nyalla Mattaliti

La Nyalla Mattaliti (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). La Nyalla membantah melakukan korupsi dana hibah Kadin tahun 2011-2014.

"Saya pribadi dan penasehat hukum akan menyampaikan pembelaan Yang Mulia," ujar La Nyalla kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/11).

Kuasa Hukum La Nyalla, Aristo Pangaribuan mengatakan, materi pembelaan nantinya akan menjawab isi dakwaan Jaksa penuntut umum. Tim pengacara menilai tuntutan Jaksa tidak sesuai dengan fakta-fakta yang diperoleh selama persidangan.

"Karena kami tidak setuju dengan fakta-fakta yang diungkapkan oleh jaksa," ujar Aristo.

Misalnya, uang yang digunakan La Nyalla untuk membeli saham perdana Bank Jatim merupakan peminjaman, dan sudah dikembalikan. Selain itu, pertanggungjawaban dana hibah Kadin telah didelegasikan kepada Wakil Ketua Kadin, Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

Tak hanya itu, La Nyalla mengatakan bahwa pengembalian uang dan pendelegasian wewenang telah dilampirkan bukti-bukti administrasi yang jelas.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Tinggi Surabaya menuntut agar La Nyalla dijatuhi hukuman pidana enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain itu, Jaksa juga menuntut La Nyalla membayar uang pengganti Rp 1,1 miliar. Jika tidak dibayar setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka hartanya akan dilelang. Namun, jika hartanya tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara tiga tahun dan enam bulan.

Jaksa menilai La Nyalla telah terbukti melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara. La Nyalla dinai terbukti menyalahgunakan wewenang dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 hingga 2014. (put/jpg)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia