Rabu, 28 Jun 2017
Metropolis

Tim ITS Juara Kontes Robot Terbang Indonesia

Rabu, 30 Nov 2016 19:21 | editor : admin

BIKINAN SURABAYA: Tim Soero Miber mempersiapkan robot terbang menjelang laga Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Universitas Lampung pada 23-26 November lalu.

BIKINAN SURABAYA: Tim Soero Miber mempersiapkan robot terbang menjelang laga Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Universitas Lampung pada 23-26 November lalu. (Antin Irsanti/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.comCivitas academica Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) selalu punya cara untuk membuat bangga institusinya. Kali ini prestasi gemilang disumbang oleh tim robot terbang ITS.

Dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) di Universitas Lampung, 23–26 November, ITS jadi juara. Perlombaan tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Dosen pembimbing tim robot terbang ITS Rudy Dikairono mengatakan, persiapan mereka lakukan selama satu tahun. Dia bangga mahasiswa bimbingannya bisa menyabet juara dalam event bergengsi tersebut.

”Ini berkat usaha dan persiapan semua tim,” tuturnya kemarin (29/11). Tahun ini ITS mengirimkan tiga tim andalan. Yakni, Jatayu Jet_10, Bajoel Mabur, dan Soero Miber. Ada tiga kategori lomba yang diikuti.

Di antaranya, robot terbang pemadam titik api. Kemudian, ada robot terbang untuk pemetaan dengan penilaian hasil pemetaan dan pembuatan peta lokasi.

Satu lagi, robot terbang memutar dan memperhatikan pada kecepatan naik turun robot di daerah yang sudah ditentukan. Rudy merasa puas karena akhirnya kerja keras tim yang dibinanya itu mampu membuahkan hasil yang membanggakan.

Fokus Rudy dan tim yang terdiri atas mahasiswa jurusan teknik mesin serta teknik elektro untuk bisa meraih juara dalam kategori robot terbang pemadam titik api itu telah terbukti.

Dalam kompetisi tersebut, ada 73 tim dari 29 perguruan tinggi di Indonesia yang berlaga. ITS berhasil menang dalam dua kategori di antara tiga kategori yang diikuti.

Soero Miber meraih juara III pada divisi vertical take off landing (VTOL). Robot itu mampu memadamkan api dan menemukan titik api secara otomatis.

Selain itu, Jatayu Jet_10 meraih juara pertama pada divisi racing plane (RP). Robot tersebut mampu menempuh jarak 700 meter dengan menggunakan pengendalian manusia saat take off dan landing.

Robot tersebut juga mampu terbang secara otomatis di udara. Menurut Rudy, hasil itu adalah sebuah capaian target. ”Bagi saya, tim kami telah menjadi juara sebelum pertandingan ini dilangsungkan,” ungkapnya.

Rudy berharap mahasiswa ITS bisa punya capaian yang lebih baik. Mereka akan terus mengevaluasi hasil tahun ini. ”Tahun depan kami harap bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi daripada tahun ini,” ujarnya.

Anggota tim Jatayu Jet_10, Moch. Yusron Nafi’, mengungkapkan kebahagiaannya. ”Tahun lalu juga dapat juara I untuk yang racing plane,” ujar mahasiswa teknik mesin semester VII tersebut.

Meski demikian, Yusron dan tiga anggota tim Jatayu lainnya tidak lantas berpuas diri. Mereka mengevaluasi hasil lomba itu.

Salah satunya terkait pemrograman. ”Harus banyak latihan dan tes program karena belum tentu program yang kita input sesuai dengan kenyataan,” tandasnya. (ant/c6/dos/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia