Selasa, 28 Mar 2017
Metropolis

Jam Session Bareng Siswa Disabilitas

Rabu, 30 Nov 2016 19:02

KOLABORASI CIAMIK: Indro Hardjodikoro (kanan) saat berkolaborasi dengan Putu Bram Moreno Sastrawan yang memainkan keyboard.

KOLABORASI CIAMIK: Indro Hardjodikoro (kanan) saat berkolaborasi dengan Putu Bram Moreno Sastrawan yang memainkan keyboard. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

Hal tersebut terlihat dalam kolaborasi basis jazz Indonesia Indro Hardjodikoro bersama lima siswa SMP Luar Biasa Yayasan Pendidikan Anak Buta (SMPLB YPAB), Selasa (29/11).

Permainan musik mereka menciptakan alunan musik yang merdu. Indro mengaku kagum terhadap kemampuan musik siswa SMPLB YPAB.

Ada tiga lagu yang dimainkan bersama-sama. Menurut Indro, kemampuan musik para siswa tidak kalah oleh orang normal.

”Saya justru minder main dengan mereka. Malah dengan keterbatasan, mereka dapat menjiwai setiap lagu. Saya belajar banyak,” kata pria 47 tahun tersebut.

Meski memiliki kekurangan, kata Indro, siswa berkebutuhan khusus selalu memiliki kelebihan masing-masing. Misalnya, siswa dengan keterbatasan penglihatan. Mereka memiliki indra pendengaran yang kuat.

Mereka cenderung lebih sensitif mengenali suara. Penghayatan lagu pun lebih terasa. Kondisi tersebut, lanjut dia, harus dikembangkan dengan baik. Dengan begitu, kemampuan siswa lebih terasah.

”Antara otak dan hati akan lebih sinkron untuk memainkan instrumen,” kata anggota grup musik Tohpati itu. Kalau sudah begitu, siswa disabilitas dapat lebih mudah memasuki industri musik.

Itu merupakan pengalaman Indro bermain dengan siswa disabilitas. Tanpa banyak latihan, Indro dapat mengikuti iringan musik para siswa.

Menurut dia, permainan musik siswa SMPLB YPAB dirasa mengagumkan. ”Saya bahagia sekali di sini,” ujar musisi kelahiran Jakarta, 14 Desember 1968, itu.

Penampilan kolaborasi tersebut juga membuat Indro teringat film Georgia On My Mind yang diperankan Ray Charles Robinson, musisi tunanetra asal Amerika Serikat.

”Dalam film itu, Ray dari keluarga yang miskin, tapi punya talenta yang luar biasa. Dia mampu memberikan inspirasi,” jelasnya.

Putu Bram Moreno Sastrawan, salah seorang siswa tunanetra SMPLB YPAB, mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Indro.

”Tadi (kemarin, Red) itu Mas Indro yang katanya ganteng itu? Mainnya bagus banget,” ungkapnya. Dia mengaku kagum dengan permainan bas Indro.

Menurut dia, penghayatan lagu muncul saat memainkan What I’ve Done milik Linkin Park. Sebaliknya, Indro juga kagum dengan permainan keyboard Putu.

”Suaranya bagus. Saya tinggal ngikutin gerakan tangannya itu bisa,” jelasnya. Pada Rabu (30/11) malam Indro akan tampil bersama Korek Jazz, kelompok jazz asal Kota Pahlawan.

Mereka akan berbagai panggung dengan Samy Thiebault Quartet, kelompok asal Prancis. Aksi mereka bisa disaksikan di Ciputra Hall pukul 19.30. (bri/c6/dos/sep/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia