Jawa Pos Logo

JawaPos.com – Salah seorang korban selamat kecelakaan pesawat yang membawa tim sepakbola Brasil, Chapecoense, menceritakan kisahnya. Erwin Tumiri, awak pesawat CP-2933 Kolombia itu adalah satu dari enam orang yang berhasil selamat.

Sebanyak 71 orang lain tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (28/11) itu. Tumiri mengatakan, hampir semua penumpang panik dan meninggalkan kursi mereka saat pesawat tersebut tiba-tiba berhenti dan berguncang. Situasi itu semakin memburuk ketika pesawat menukik tajam.

”Semua orang berteriak dan berdiri,” katanya. Sementara Tumiri, melakukan prosedur keselamatan umum. ”Saya meletakkan tas di antara kaki dan melungker seperti posisi janin. Itu posisi yang direkomendasikan saat terjadi insiden di pesawat,” ujarnya seperti dilansir dari Fox Sports Argentina.

Korban lain, pramugari Ximena Suarez mengatakan kalau lampu mati begitu pesawat meluncur ke bawah. ”Saya tidak ingat dengan jelas,” katanya kepada Deportes RCN.

Sementara itu, keluarga pilot pesawat, Miguel Quiroga, memberikan penghormatan atas usahanya menyelamatkan para penumpang. Memang, pesawat jatuh dan hancur lebur. Tetapi, pesawat tidak meledak.

Jika meledak, bakal tidak ada korban selamat. Disebutkan kalau Quiroga berusaha menjaga pesawat untuk tetap di angkasa untuk membuang bahan bakar. Tujuannya, agar pesawat tidak meledak saat jatuh ke daratan. (*/tia)

 


BERITA LAINNYA