Rabu, 26 Jul 2017
JPG Today

Gubernur Jatim Tak Melarang Warganya Ikut Demo 2 Desember, Katanya...

Rabu, 30 Nov 2016 18:47 | editor : Fadhil Al Birra

Gubernur Jatim Soekarwo

Gubernur Jatim Soekarwo (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengaku tidak bisa melarang warganya yang akan ikut serta dalam Aksi Bela Islam jilid III di Jakarta.

Menurut dia, unjuk rasa adalah bagian dari setiap warga negara Indonesia (WNI) yang sudah dijamin di dalam pasal 28 Udang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945, yang isinya adalah kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.

"Saya enggak bisa melarang karena itu haknya warga negara," ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (30/11).

Kendati demikian, politikus Partai Demokrat tersebut berharap, agar warganya yang ikut serta Aksi Bela Islam di Jakarta itu bisa menjaga kedamaian dan ketertiban.

"Tapi mengimbau agar kemudian melakukan dengan tertib," katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar kepala daerah bisa melarang warganya tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa Bela Islam jilid III tersebut.

Pasalnya, menurut Tjahjo, doa bersama tidak perlu sampai datang ke Jakarta. Di daerah masing-masing bisa dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Habib Rizieq Shihab menyerukan masyarakat Indonesia untuk kembali turun ke jalan guna melakukan Aksi Bela Islam III di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada pada 2 Desember 2016.

Menurut dia, aksi ujuk rasa damai itu untuk meminta agar aparat kepolisian segera menahan Ahok, karena telah ditetapkan tersangka kasus dugaan penistaan agama. (cr2/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia