Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 November 2016 | 18.55 WIB

Longsor karanganyar Timbun 8 Petani Saat Memanen Padi, Kondisinya...

Lahan persawahan seluas 1 hektare tertutup longsoran tanah. Beberapa petani yang sedang panen ikut terkubur kemarin. - Image

Lahan persawahan seluas 1 hektare tertutup longsoran tanah. Beberapa petani yang sedang panen ikut terkubur kemarin.

JawaPos.com - Sebanyak 8 orang tertimbun longsor di Dusun Tegalsari I/XV Desa Bulurejo Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (29/11). Bencana ini terjadi ketika delapan orang tersebut sedang memanen padi.



"Lima orang berhasil selamat, 1 orang tewas dan 2 orang masih tertimbun longsor.  Korban selamat dirujuk ke rumah sakit umum daerah dan puskesmas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.



Menurut dia, korban tewas adalah Sutoyo (75), petani Gondang Gentong I/VI Karangpandan. Sedangkan 5 korban selamat adalah Paiman (66), Dikem, Basuki, Sadi dan Suparni.



"Dua korban yang masih tertimbun adalah Gito warga Sintru Kembang Doplang dan Ibu Darmo/Saliyem warga Tegalsari I/XV Bulurejo Karangpandan," terangnya.



Dia menjelaskan, luas longsoran sepanjang 500 meter dan lebar 50 meter. Longsor terjadi saat kondisi tidak hujan. "Puluhan masyarakat sedang bekerja memanen padi di lahan sawah di bawah lereng perbukitan. Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh dan luncuran material longsor dengan cepat sehingga menimbun korban," jelas Sutopo.



Memang, Sutopo mengakui bahwa dua hari sebelumnya hujan deras mengguyur Karanganyar. Diperkirakan terjadi retakan di lereng bukit yang kemudian runtuh menjadi longsor. 

"Fenomena ini hampir mirip dengan kejadian longsor di Desa Jemblung Kecamatan Karangkobar Provinsi Banjarnegara pada 12/12/2014 lalu yang terjadi dalam kondisi tidak sedang hujan," ucapnya.



Pagi ini, BPBD Kabupaten Karanganyar bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah, TNI, Polri, Basarnas, Tanaga, PMI, relawan dan masyarakat melanjutkan pencarian dua korban yang masih tertimbun longso.



"Pencarian tadi sore dihentikan karena hujan, gelap dan potensi longsor susulan masih tinggi sehingga tidak dilanjutkan," tuturnya.



"Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terkait dengan meningkatnya curah hujan yang dapat memicu banjir dan longsor. Puncak hujan diperkirakan berlangsung pada Januari 2017 mendatang sehingga potensi bencana juga terus meningkat," sambung Sutopo. (fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore